Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto

KPK Usut Pejabat PLN di Suap PLTU Riau-I

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Juven Martua Sitompul • 26 April 2019 13:16
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pengusutan kasus dugaan suap PLTU Riau-I tak berhenti di penetapan tersangka Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Penyidik akan menelisik pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam skandal suap tersebut.
 
Salah satu yang terus ditilik keterlibatannya dalam proyek senilai USD900 juta itu adalah pejabat anak perusahaan PLN seperti PT PJB, PT PJBI hingga PLN Batubara. Para petinggi perusahaan ini diduga ikut dalam pertemuan pembahasan penunjukan konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.
 
"Apakah ada pihak lain, nanti tentu kita cermati lebih lanjut, dikatakan pertemuan-pertemuan itu bagian dari tindak pidana bersama-sama," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 26 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada persidangan sebelumnya, Sofyan mengaku menggelar pertemuan sedikitnya sembilan kali bersama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII, Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo.
 
Beberapa petinggi PLN dan anak perusahaan PLN diketahui menghadiri sejumlah pertemuan tersebut. Salah satu yang kerap disebut ikut dalam pertemuan dengan para tersangka suap PLTU Riau-I adalah Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Supangkat Iwan Santoso.
 
"Nanti mereka yang ikut pertemuan itu kami periksa dulu, ditanya dan dituangkan keterangannya dalam berita acara (BAP)," kata Febri.
 
Baca:Bos PJB Beberkan Peran Sofyan Basir ke Penyidik
 
Tak hanya Supangkat, penyidik juga telah mengagendakan pemeriksaan terhadap sebagian dari petinggi anak perusahaan PLN. Keterangan para saksi itu menjadi acuan penyidik untuk mengungkap keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
 
"Sehingga kita bisa tahu sebenarnya siapa master mindnya," tegas dia.
 
Keterlibatan Sofyan berawal ketika Direktur PT Samantaka Batubara mengirim surat ke PT PLN (Persero) surat pada Oktober 2015. Surat pada pokoknya memohon PLN memasukkan proyek dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.
 
Sayangnya, surat tak ditanggapi. Johannes akhirnya mencari bantuan agar dibukakan jalan berkoordinasi dengan PLN. Sehingga mereka mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listnk Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-I.
 
Pertemuan diduga dilakukan beberapa kali membahas proyek PLTU. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, Sofyan, dan Johannes turut hadir dalam pertemuan itu. Namun, beberapa pertemuan tak selalu dihadiri ketiga orang tersebut.
 
Selanjutnya pada 2016, Sofyan menunjuk Johannes mengerjakan proyek Riau-I. Sebab, mereka sudah memiliki kandidat mengerjakan PLTU di Jawa.
 
Padahal, saat itu Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan, yang menugaskan PT PLN menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK) belum terbit. PLTU Riau-I dengan kapasitas 2x300 MW kemudian diketahui masuk Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.
 
Baca:KPK Pantau Jejak Sofyan Basir
 
Johannes meminta anak buahnya siap-siap karena sudah dipastikan Riau-I milik PT Samantaka. Sofyan lalu memerintahkan salah satu Direktur PT PLN merealisasikan PPA antara PLN, BNR dan CHEC.
 
Sofyan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka merupakan pengembangan penyidikan Eni, Johannes, dan Idrus Marham yang telah divonis. Eni dihukum enam tahun penjara, Kotjo 4,5 tahun penjara dan Idrus Marham 3 tahun penjara.
 
Sofyan dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dlubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsijuncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif