Tokoh antikorupsi usai bertemu pimpinan KPK. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Tokoh antikorupsi usai bertemu pimpinan KPK. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Pegiat Antikorupsi Bakal Ajukan Uji Materi UU KPK

Nasional kpk Revisi UU KPK
Candra Yuri Nuralam • 15 November 2019 16:11
Jakarta: Sebanyak 11 pegiat antikorupsi bakal mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pegiat menilai undang-undang baru KPK melemahkan.
 
"Kita juga usahakan agar Perppu KPK bisa keluar, kita juga ingin ajukan judicial review (uji materi). Itu bentuk dukungan kami. Kita juga ingin KPK terus kuat," kata mantan anggota panitia seleksi pimpinan KPK Betti Alisjahbana di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 15 November 2019.
 
Betti menilai revisi undang-undang KPK membuat penegakan korupsi lemah. Uji materi dibutuhkan sebagai usaha penguatan Lembaga Antirasuah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia memastikan pegiat antikorupsi bakal memberikan dukungan penuh kepada KPK buat memberantas korupsi. "Tadi kami memberikan dukungan moral kepada seluruh jajaran, agar tetap fokus melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi," ujar Betti.
 
Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menyebut materi uji materi berbeda dengan yang sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi. Ada dua pasal yang bakal menjadi pokok gugatan mereka.
 
"Pasal-pasal yang paling melemahkan KPK," tutur Bivitri.
 
Pegiat antikorupsi yang ikut mengajukan uji materi yakni Betti Alisjahbana, Erry Riyana Hardjapamekas, Toeti Heraty N. Rooseno, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Anton Doni, Ismid Hadad, M. Jasin, Abdul Fickar Hadjar, Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Kurnia Ramadhana.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif