Sidang pembacaan dakwaan Kepala Satuan Kerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Strategis sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan dakwaan Kepala Satuan Kerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Strategis sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Eks Pejabat PUPR Terima Gratifikasi Dalam 15 Mata Uang Asing

Nasional OTT di Kementerian PUPR
Fachri Audhia Hafiez • 15 Mei 2019 16:08
Jakarta: Eks Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Anggiat Partunggul Nahot Simaremare diduga menerima gratifikasi miliaran rupiah. Uang gratifikasi diterima dalam sejumlah mata uang asing.
 
"Telah melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya," kata Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), Trimulyono Hendradi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Adapun gratifikasi yang diterima Anggiat yakni:
- Rp10,058 miliar
- USD348.500 (dollar Amerika)
- SGD77.212 (dollar Singapura)
- AUSD20.500 (dollar Australia)
- HKD147.240 (dollar Hongkong)
- EUR30.825 (Euro)
- GBP4.000 (poundsterling Inggris)
- RM345.712 (Ringgit Malaysia)
- CNY85.100 (Yuan China)
- KRW6.775.000 (Won Korea)
- THB158.470 (Bath Thailand)
- YJP901.000 (Yen Jepang)
- VND38.000.000 (Dong Vietnam)
- ILS1.800 (Shekel Israel)
- TRY330 (Lira Turki)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga:Pejabat Kementerian PUPR Didakwa Menerima Rp4,9 Miliar)
 
Anggiat diduga menerima gratifikasi selama menjabat sebagai kasatker dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di sejumlah wilayah. Anggiat pernah menjabat sebagai kasatker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Provinsi Kalimantan Barat 2009-2012.
 
Kemudian sebagai kasatker di Maluku Utara selama 2013-2016, kasatker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2017. Pada 2018, dia juga diangkat selaku PPK untuk proyek pembangunan SPAM Dumai, Rokan Hilir dan Bengkalis (Durolis).
 
"Bahwa keseluruhan yang tersebut oleh terdakwa sebagian dipergunakan untuk keperluan pribadi, sedangkan sebagian disimpan di beberapa rekening bank bercampur dengan pemberian lainnya dari beberapa rekanan sejak 2009-2018," ujar jaksa Tri.
 
Atas perbuatannya, Anggiat disangkakan melanggar Pasal 12 B ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.
 
Sementara terkait kasus suap, Anggiat diduga menerima menerima suap total Rp4,98 miliar dan USD5 ribu. Penerimaan suap itu diduga untuk tidak mempersulit pengawasan proyek SPAM strategis.
 
Suap diduga untuk memperlancar pencairan anggaran kegiatan proyek di lingkungan satuan kerja sistem SPAM strategis dan satuan kerja tanggap darurat pemukiman pusat Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR yang dikerjakan PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE), PT Tashida Perkasa Sejahtera (TSP) dan PT Minarta Dutahutama.
 
Dalam perkara suap, Anggiat didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 
(Baca juga:Pejabat Kementerian PUPR Terima Suap Selama 4 Tahun)
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif