KPK Meyakini Kasus Century Melibatkan Banyak Orang

Fachri Audhia Hafiez 15 November 2018 19:37 WIB
kasus century
KPK Meyakini Kasus Century Melibatkan Banyak Orang
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Jakarta: Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengaku pihaknya tengah mencari pihak lain yang terlibat dalam kasus korupsi Bank Century. Makanya, hari ini, penyidik memeriksa mantan Wakil Presiden ke-11 Boediono dan Komisaris Utama Bank Mandiri Hartadi Agus Sarwono. 

"KPK perlu mencari siapa yang lain yang bertanggung jawab. Kami duga tidak mungkin kebijakan tersebut, tidak mungkin dalam kasus Bank Century itu hanya dilakukan oleh satu orang saja," ujar Febri di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 15 November 2018.

Febri menyebut Boediono dan Hartadi hanya bagian dari 23 pihak yang telah diperiksa dalam penyelidikan kasus ini. Penyelidikan kasus ini berdasar dari putusan Pengadilan Tindak Pidanaidana Korupsi (Tipikor) terhadap Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya.


Dengan demikian, lanjut Febri, penyidik berhati-hati sebelum menetapkan tersangka baru. Sebab, kasus yang merugikan negara triliun rupiah itu masih dalam tahap penyelidikan.

"Publik sudah mengetahui juga bahwa ada putusan di Pengadilan Tipikor yang berkekuatan hukum tetap untuk terdakwa Budi Mulya pada saat itu," kata Febri.

Dalam dakwaan Jaksa KPK di tingkat pertama, Budi Mulya selaku deputi gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa didakwa memperkaya diri sebesar Rp1 miliar dari pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

(Baca juga: Tim Khusus Hati-hati Jerat Pihak Lain di Kasus Century)

Budi Mulya didakwa memperkaya pemegang saham Bank Century, Hesham Talaat Mohamed Besheer Alwarraq, dan Rafat Ali Rizvi sebesar Rp3,115 miliar. Perbuatan Budi Mulya juga dinilai telah memperkaya PT Bank Century sebesar Rp1,581 miliar dan Komisaris PT Bank Century Robert Tantular sebesar Rp2,753 miliar.

Budi juga diduga menyalahgunakan wewenang secara bersama-sama dengan pejabat Bank Indonesia, di antaranya Boediono selaku gubernur BI, Miranda Goeltom selaku deputi senior BI, Siti Fadjriah selaku deputi gubernur Bidang VI, Budi Rochadi selaku deputi gubernur Bidang VII, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim.

Pada tingkat pertama, Budi dijatuhi hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan penjara. KPK lalu mengajukan banding. 

Majelis hakim Mahkamah Agung mengabulkan banding KPK. Hukuman Budi diperberat menjadi 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider delapan bulan penjara. 

Namun pada proses perjalanan kasusnya, KPK hanya menjebloskan Budi Mulya ke bui. Belum ada pihak lain yang diseret KPK, padahal nama-nama besar yang diduga terlibat pada kasus korupsi pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik itu kerap disebut dalam persidangan.

(Baca juga: Miranda Goeltom Ditanya Soal Pengembangan Korupsi Century)





(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id