Mantan Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom usai diperiksa KPK. Foto: Medcom.id/juven Martua Sitompul
Mantan Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom usai diperiksa KPK. Foto: Medcom.id/juven Martua Sitompul

Miranda Goeltom Ditanya Soal Pengembangan Korupsi Century

Nasional kasus century
Juven Martua Sitompul • 13 November 2018 11:56
Jakarta: Mantan Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Miranda mengaku diperiksa terkait pengembangan kasus korupsi Bank Century.
 
"Bukan diperiksa, ditanya keterangan (terkait korupsi Bank Century)," kata Miranda di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018.
 
Miranda menyebut pengembangan kasus korupsi Bank Century yang lebih dulu menjerat Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya. Menurutnya, pengembangan ini baru tahap penyelidikan belum masuk penyidikan. Dalam pemeriksaan tadi, tidak ada hal baru yang dikonfirmasi penyidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masih penyelidikan mengenai Century, enggak ada pertanyaan baru, cuma yang lama, diklarifikasi," beber dia.
 
Dalam dakwaan Jaksa KPK di tingkat pertama, Budi Mulya selaku deputi gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa didakwa memperkaya diri sebesar Rp1 miliar dari pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.
 
(Baca juga:Tim Khusus Hati-hati Jerat Pihak Lain di Kasus Century)
 
Budi Mulya didakwa memperkaya pemegang saham Bank Century, Hesham Talaat Mohamed Besheer Alwarraq, dan Rafat Ali Rizvi sebesar Rp3,115 miliar. Perbuatan Budi Mulya juga dinilai telah memperkaya PT Bank Century sebesar Rp1,581 miliar dan Komisaris PT Bank Century Robert Tantular sebesar Rp2,753 miliar.
 
Budi juga diduga menyalahgunakan wewenang secara bersama-sama dengan pejabat Bank Indonesia, di antaranya Boediono selaku gubernur BI, Miranda Goeltom selaku deputi senior BI, Siti Fadjriah selaku deputi gubernur Bidang VI, Budi Rochadi selaku deputi gubernur Bidang VII, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim.
 
Pada tingkat pertama, Budi dijatuhi hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan penjara. KPK lalu mengajukan banding.
 
Majelis hakim Mahkamah Agung mengabulkan banding KPK. Hukuman Budi diperberat menjadi 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider delapan bulan penjara.
 
Namun pada proses perjalanan kasusnya, KPK hanya menjebloskan Budi Mulya ke bui. Belum ada pihak lain yang diseret KPK, padahal nama-nama besar yang diduga terlibat pada kasus korupsi pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik itu kerap disebut dalam persidangan.
 
(Baca juga:KPK Pastikan Ada Tersangka Baru di Kasus Century)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif