Tim Khusus Hati-hati Jerat Pihak Lain di Kasus Century

Juven Martua Sitompul 17 Oktober 2018 18:49 WIB
kasus century
Tim Khusus Hati-hati Jerat Pihak Lain di Kasus Century
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tim khusus kasus korupsi Bank Century masih berjalan. Hingga kini, tim telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, yang diduga mengetahui banyak ihwal korupsi tersebut.

"Proses penyelidikan masih berjalan, permintaan keterangan juga sudah dilakukan oleh tim yang ditugaskan," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018.

Febri mengaku pihaknya perlu hati-hati dalam menindaklanjuti putusan perkara Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya. Termasuk, menjerat nama-nama yang terlibat dalam kasus ini.


"Dan, perlu kami sampaikan juga, bahwa KPK serius menangani kasus ini," tandas dia. 

KPK juga mengingatkan semua pihak untuk tidak menarik penanganan kasus Bank Century ke ranah politik. Sehingga, pengusutan kasus ini berjalan sesuai koridor hukum.

"Namun, kami harap kasus ini tidak ditarik ke ranah politik agar dimensi hukum yang utama," pungkas dia. 

(Baca juga: KPK Pastikan Ada Tersangka Baru di Kasus Century)

Budi Mulya dihukum majelis hakim Mahkamah Agung selama 15 tahun penjara. Sementara dalam dakwaan Jaksa KPK di tingkat pertama Budi Mulya selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa didakwa memperkaya diri sebesar Rp1 miliar dari pemberian FPJP Bank Century dan atas penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Budi Mulya juga didakwa memperkaya pemegang saham Bank Century, Hesham Talaat Mohamed Besheer Alwarraq, dan Rafat Ali Rizvi, sebesar Rp3,115 miliar. Perbuatan Budi Mulya dinilai telah memperkaya PT Bank Century sebesar Rp1,581 miliar dan Komisaris PT Bank Century Robert Tantular sebesar Rp2,753 miliar.

Dia juga diduga menyalahgunakan wewenang secara bersama-sama dengan pejabat Bank Indonesia. ‎Dalam dugaan korupsi pemberian FPJP Century, Budi Mulya didakwa bersama-sama dengan Boediono selaku Gubernur BI, Miranda S Goeltom selaku Deputi Senior BI, Siti Fadjriah selaku Deputi Gubernur Bidang VI, Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur Bidang VII, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim.

Budi Mulya juga didakwa bersama-sama dengan Boediono, Miranda, Siti, Budi Rochadi, Muliaman D Hadad selaku Deputi Gubernur Bidang V, Hartadi A Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang III, Ardhayadi M selaku Deputi Gubernur Bidang VIII, dan Raden Pardede selaku Sekretaris KSSK.

Namun, pada proses perjalanan kasusnya, KPK hanya menjebloskan Budi Mulya ke bui. KPK belum juga menjerat pihak lain padahal nama-nama besar yang diduga terlibat pada kasus korupsi pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik itu kerap disebut dalam persidangan.

(Baca juga: Budi Mulya Disebut Dimarginalkan dalam Kasus Bank Century)







(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id