Tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy. ANT/Reno Esnir.
Tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy. ANT/Reno Esnir.

Pembantaran Romahurmuziy Dicabut

Nasional OTT Romahurmuziy
Juven Martua Sitompul • 03 Mei 2019 12:11
Jakarta: Pembantaran mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dicabut penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) itu kembali dijebloskan ke rumah tahanan (rutan) KPK.
 
"KPK membawa RMY (Romahurmuziy) kembali ke rutan tadi malam (Kamis, 2 Mei 2019)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Baca: KPK Bakal Korek Aliran Suap ke Menag Lukman

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febri menjelaskan pembantaran dicabut setelah tim dokter dan pihak Rumah Sakit (RS) Polri menyimpulkan kondisi Romi membaik dan tak perlu menjalani rawat inap. Romi dibantarkan di RS Polri sejak 2 April 2019.
 
Sayangnya, KPK lagi-lagi tertutup saat disinggung penyakit Romi. Febri hanya menyebut Romi mulai pulih.
 
"Tadi bisa berjalan, sudah sarapan dan melakukan kegiatan lain, obat-obat yang diberikan pihak RS sudah dikonsumsi," kata dia.
 
Febri mengatakan pemeriksaan Romi sebagai tersangka akan dilakukan dalam waktu dekat. Penyidik segera mengatur jadwal.
 
KPK menetapkan Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Romi disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.
 
Romi diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.
 
Baca: KPK Bakal Minta Keterangan Pembanding Sakit Romahurmuziy
 
Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muafaq juga dijerat Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif