Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin/ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin/ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

KPK Bakal Korek Aliran Suap ke Menag Lukman

Nasional OTT Romahurmuziy
Juven Martua Sitompul • 27 April 2019 09:00
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengorek sejumlah hal saat memeriksa Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Salah satu yang akan dikonfirmasi dari Lukman adalah aliran suap jual beli jabatan Kementerian Agama (Kemenag).
 
"Memang tujuannya untuk itu (konfirmasi aliran uang)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu, 27 April 2019.
 
Lukman sebelumnya telah dipanggil penyidik KPK pada Senin, 18 April 2019. Namun, politikus Partai Persatuan Pembanguan (PPP) itu tak memenuhi panggilan dengan alasan tengah menjalankam tugas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Basaria memastikan, pemanggilan ulang Lukman akan dilakukan penyidik secepatnya. Kemungkinan, orang nomor satu di Kemenag itu bakal dipanggil penyidik dalam waktu dekat.
 
"Nanti akan dipanggil," kata Basaria.
 
KPK telah mengantongi nama-nama pejabat Kemenag yang ikut terlibat dalam kasus ini. Pejabat itu diduga bekerjasama dengan Romi untuk mengatur jabatan pesanan di Kemenag.
 
Dalam upaya menajamkan dugaan itu, penyidik pun terus melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari unsur pejabat Kemenag. Mereka yakni beberapa staf khusus Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan panitia pelaksana seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag.
 
Termasuk, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M Nur Kholis Setiawan dan Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Ahmadi. Selain memeriksa para saksi, penguatan bukti juga dilakukan penyidik dengan menggeledah sejumlah ruang kerja di Kemenag.
 
Baca:Lukman Hakim Meminta Penundaan Pemeriksaan di KPK
 
Beberapa ruangan yang digeledah yakni ruang kerja Menteri LukmanHakim, ruang kerja Sekjen KemenagNur Kholis, dan ruang kerja Kepala Biro Kepegawaian Kemenag Ahmadi. Dari ruang Lukman, penyidik menyita uang sebesar Rp180 juta dan USD30 ribu. Sedangkan dari dua ruang kerja lain disita sejumlah dokumen terkait seleksi jabatan di Kemenag.
 
KPK menetapkan Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Romi disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.
 
Romi diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.
 
Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muafaq juga dijerat Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif