RUU Terorisme Batal Masuk Paripurna Pekan Ini

Arga sumantri 22 Mei 2018 17:41 WIB
revisi uu terorisme
RUU Terorisme Batal Masuk Paripurna Pekan Ini
Sekjen PPP Arsul Sani.
Jakarta: Revisi UU Terorisme masih dalam pembahasan. Anggota panitia kerja (Panja) RUU Terorisme Arsul Sani memastikan pengesahan revisi belum bisa diselesaikan pekan ini.

"Banyak juga di antara kami yang menyatakan enggak usah diburu-buru, harus diparipurnakan minggu ini, tapi minggu depan bisa," kata Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.

Merujuk jadwal panitia khusus (pansus) RUU Terorisme, minggu ini tim menyelesaikan rapat di tingkat panja. Setelah itu, hasilnya bakal diberikan ke Tim Perumus (Timus) dan Tim Sinkronisasi (Timsin). 


Pansus, kata Arsul, kemudian melakukan pleno dengan Menteri Hukum dan HAM. Jika disetujui, langsung dibawa ke rapat paripurna anggota dewan. 

(Baca juga: Polri Bantah Beda Pendapat soal RUU Terorisme)

"Yang penting sebelum lebaran, sebelum para anggota DPR kembali ke dapil (daerah pemilihan) masing-masing, itu sudah kita selesaikan," ujar dia. 

Ada sejumlah poin yang masih belum menemukan titik terang dalam pembahasan RUU Terorisme. Salah satunya, soal penempatan definisi terorisme. 

Ada yang berpendapat definisi terorisme yang memuat frasa motif politik, ideologi, dan mengancam keamanan negara masuk dalam batang tubuh undang-undang. Sementara itu, ada juga yang berpendapat agar frasa itu masuk dalam penjelasan umum. 

Selain itu, poin perdebatan lainnya yakni soal pelibatan TNI memberantas terorisme. Pelibatan TNI jadi polemik lantaran Peraturan Pemerintah (PP) untuk UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI belum disahkan. PP itu diperlukan agar TNI lebih cepat bergerak dalam penindakan aksi teror.

(Baca juga: Panja: Pengesahan RUU Terorisme Tersendat karena Pemerintah)







(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id