Kekayaan Menpora Imam Nahrawi mencapai Rp22 miliar. Antara/Rivan Awal Lingga.
Kekayaan Menpora Imam Nahrawi mencapai Rp22 miliar. Antara/Rivan Awal Lingga.

Kekayaan Imam Nahrawi Capai Rp22 Miliar

Nasional Kasus Suap Imam Nahrawi
Juven Martua Sitompul • 18 September 2019 22:04
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora pada KONI 2018 dan gratifikasi. Imam diduga menerima dan gratifikasi sebanyak Rp26,5 miliar melalui asisten pribadinya (aspri), Miftahul Ulum.
 
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang ditilik Medcom.id di situs elhkpn.kpk.go.id, Imam tercatat memiliki harta sebanyak Rp22.640.556.093. Kekayaan itu terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.
 
Harta tidak bergerak Imam terdiri dari 12 bidang tanah yang tersebar di sejumlah daerah, yakni Sidorajo, Bangkalan, Surabaya, Jakarta, dan Malang. Tanah dan bangunan ini bernilai Rp14.099.635.000.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan harta bergerak Imam meliputi empat mobil dengan merek Minibus Hyundai, Mitsubishi Pajero, Toyota Kijang Innova, dan Toyota Alphard. Total nilai kendaraan ini mencapai Rp1.700.000.000.
 
Politikus PKB ini juga tercatat memiliki harta bergerak lain senilai Rp4.634.500.000. Surat berharga senilai Rp463.765.853, serta setara kas senilai Rp1.742.655.240.
 
Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama aspri Miftahul Ulum. Imam diduga menerima suap dan gratifikasi sebanyak Rp26,5 miliar melalui Ulum.
 
Pemberian uang itu sebagai komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018. Imam menerima suap dan gratifikasi itu sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan Menpora.
 
Penetapan tersangka Imam merupakan hasil pengembangan dari perkara sebelumnya yang menjerat lima orang sebagai tersangka. Mereka yakni, Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy, dan Deputi IV Kemenpora Mulyana.
 
Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Pumamo dan Staf Kemenpora Eko Tryanto. Kelima orang itu telah mejalani sidang dan telah divonis bersalah di Pengadilan tingkat pertama.
 
Imam dan Miftahul dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 junto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif