Gugatan Praperadilan Irwandi Yusuf Ditolak
Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak gugatan praperadilan Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf. Penetapan status tersangka kasus dugaan suap penggunaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sah secara hukum.

"Mengadili, menolak permohonan pemohon (Irwandi Yusuf) untuk seluruhnya," kata Hakim Riadi dalam persidangan, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Baca: Bupati Bener Meriah Didakwa Menyuap Gubernur Aceh


Dalam permohonan gugatan, Irwandi meminta majelis hakim membatalkan penangkapan dan penetapannya sebagai tersangka. Dia juga meminta pembatalan upaya paksa penahanan KPK.

Majelis hakim menilai upaya hukum KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) sah. Termasuk penahanan Irwandi. Proses hukum yang dijalankan Lembaga Antirasuah pun ditegaskan sah.

"Menyatakan penyelidikan dan penyidikan perkara adalah sah dan mempunyai kekuatan mengikat," ucap hakim.

Baca: KPK Tolak Pengembalian Uang Gubernur Aceh

Irwandi ditetapkan sebagai tersangka bersama Bupati Bener Meriah Ahmadi, Teuku Syaiful Bahri, dan Hendri Yuzal. Irwandi diduga menerima Rp500 jutayang merupakan jatah Rp1,5 miliar dari Ahmadi.

Dalam pengembangan, Irwandi kembali ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi terkait pembangunan proyek Dermaga Sabang Tahun 2006-2011. Irwandi dijerat bersama orang kepercayaannya, Izil Azhar.

Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp32 miliar. Namun, Irwandi tak melaporkan penerimaan duit tersebut kepada Direktorat Gratifikasi KPK.



(OJE)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id