Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANT/Puspa Perwitasari
Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANT/Puspa Perwitasari

Presiden Tak Perlu Rekomendasi KPK Buat Keluarkan Grasi

Nasional suap gubernur riau
Damar Iradat • 02 Desember 2019 15:11
Jakarta: Presiden Joko Widodo tidak memerlukan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberikan grasi. Rekomendasi cukup dari Mahkamah Agung (MA) dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
 
"Pemberian grasi itu menurut UUD Presiden meminta pertimbangan ke MA, dan itu sudah dilakukan oleh Presiden (Joko Widodo)," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.
 
MA dan Menko Polhukam sudah memberi lampu hijau pemberian grasi kepada Annas. Salah satu alasannya yakni masalah kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pratikno menyebut Presiden tak sempat berbicara dengan KPK soal pemberian grasi ini. Pasalnya, cukup banyak yang meminta grasi ke Istana.
 
"(Permintaan) grasi tiap hari banyak yang datang," ujar dia.
 
Jokowi sebelumnya memberikan grasi kepada Annas. Diamerupakan terpidana kasus alih fungsi lahan kebun kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
 
Annas diganjar hukuman tujuh tahun penjara pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA). Hukuman ini lebih lama satu tahun dari vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 24 Juni 2015.
 
Dalam perjalanan masa hukuman, Annas memperoleh grasi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 23/G Tahun 2019 tentang Pemberian Grasi, Jumat, 25 Oktober 2019. Annas dapat bebas pada Sabtu, 3 Oktober 2020, dari semula Senin, 3 Oktober 2021.
 
Annas juga masih berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Riau 2014 dan RAPBD Tambahan 2015. KPK masih menyelidiki kasus tersebut.
 
Pratikno mengaku tak mengetahui detail kasus yang menjerat Annas. Ia menolak bicara lebih lanjut soal polemik pemberian grasi ini.
 
"Saya belum ikuti detailnya sampai situ," pungkas dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif