Ilustrasi Kejaksaan Agung. Foto: MI/M Irfan
Ilustrasi Kejaksaan Agung. Foto: MI/M Irfan

Jaksa Yadyn Tinggalkan Penanganan Dua Kasus Korupsi

Nasional kpk kejaksaan agung
Fachri Audhia Hafiez • 29 Januari 2020 17:35
Jakarta: Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Kejaksaan Agung Yadyn Palebangan akan meninggalkan markas Lembaga Antirasuah. Yadyn mengakhiri masa tugas di KPK pada Jumat, 31 Januari 2020.
 
"Jumat lusa (tugas) terakhir saya," ucap Yadyn ditemui usai menangani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Januari 2020.
 
Yadyn sedih harus meninggalkan Lembaga Antirasuah di tengah menangani perkara yang belum tuntas. Dia mesti meninggalkan kasus suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun serta korupsi perizinan proyek Meikarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia diminta kembali ke Kejaksaan Agung pada Senin, 3 Februari 2020. Surat permintaan 'pulang' telah diterima sejak Selasa, 28 Januari 2020.
 
"(Bahasanya) Kalau dari Kejaksaan Agung ditarik, kalau dari sini (KPK) dihadapkan kembali," ujar Yadyn.
 
Yadyn tak mempermasalahkan penarikan dirinya ke Korps Adhyaksa. Yadyn mengaku sudah mendapat banyak pelajaran selama di KPK.
 
"Tanpa mereka saya enggak dapat petuah bijak atau mendapatkan pelajaran. Bagaimanapun guru terbaik itu pengalaman," ujar Yadyn.
 
Satu jaksa lainnya, Sugeng juga ditarik ke Kejaksaan Agung. Sugeng merupakan jaksa yang memeriksa Firli Bahuri secara etik saat menjabat sebagai Direktur Penindakan KPK.
 
Filrli diperiksa lantaran bertemu mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB). Saat itu, Firli tengah menangani kasus yang berkaitan dengan TGB.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif