Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto dalam persidangan perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Foto: Medcom.id/Fachri Audia)
Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto dalam persidangan perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Foto: Medcom.id/Fachri Audia)

Dirut PT WKE Didakwa Menyuap Pejabat Kementerian PUPR

Nasional OTT di Kementerian PUPR
Fachri Audhia Hafiez • 20 Maret 2019 14:57
Jakarta: Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto didakwa menyuap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Suap tersebut diberikan terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) strategis.
 
"Melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut menjanjikan sesuatu," kata Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), Feby Dwiyandospendy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Ada pun jumlah uang suap tersebut diantaranya Rp4,131 miliar, USD38 ribu dan SGD23 ribu. Suap tersebut diberikan secara bertahap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PPK yang menerima itu diantaranya Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau PPK SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, sebanyak Rp1,350 miliar dan USD5 ribu.
 
Baca juga:Dirut PT WKE Menjalani Sidang Perdana
 
Kemudian PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kusrinah senilai Rp1,420 miliar dan SGD23 ribu. Selanjutnya PPK SPAM Toba I, Donny Sofyan Arifin Rp150 juta dan Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, Teuku Mochamad Nazar sejumlah Rp1,211 dan USD33 ribu.
 
"Selaku PPK tidak mempersulit pengawasan proyek. Sehingga dapat memperlancar pencairan anggaran kegiatan proyek di lingkungan satuan kerja sistem SPAM strategis dan satuan kerja tanggap darurat pemukiman pusat Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR yang dikerjakan PT WKE dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP)," ujar Jaksa Feby.
 
Menurut jaksa, proyek SPAM yang dikerjakan PT WKE sepanjang tahun 2017-2018, diantaranya di Bandar Lampung, Jawa Timur, dan Kota Bogor. Sementara proyek SPAM yang dikerjakan PT TSP 2017-2018, di antaranya di kawasan perbatasan Pulau Laut Kabupaten Natuna, Sulawesi Utara, Bireuen Aceh, dan Nunukan Barat.
 
Baca juga:Kasatker SPAM Maluku Utara Dipanggil KPK
 
Kemudian di kawasan Danau Toba Sumatera Utara, Kabupaten Bantul, Sulawesi Tengah dan Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara 2017.
 
Atas perbuatannya, Budi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 
Dalam perkara ini Budi didakwa melakukan tindakan suap bersama-sama dengan Direktur Keuangan PT WKE dan Bagian Keuangan PT TSP, Lily Sundarsih W. Kemudian Direktur Utama PT TSP-Project Manajer PT WKE, Irene Irma dan PT WKE-Project Manager PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo. Jaksa mengatakan, isi dakwaan Lily, Irene dan Yuliana sama halnya dengan Budi. Namun, persidangan dilakukan secara terpisah.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif