Sidang perdana Bos PT WKE Budi Suharto/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang perdana Bos PT WKE Budi Suharto/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Dirut PT WKE Menjalani Sidang Perdana

Nasional OTT di Kementerian PUPR
Fachri Audhia Hafiez • 20 Maret 2019 12:30
Jakarta: Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat. Agenda sidang mendengarkan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK).
 
Mengenakan jaket dan celana hitam, Budi menghadap majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menggunakan kursi roda. Ketua Majelis Hakim Frangki Tambuwun memastikan Budi bisa mengikuti sidang sebelum memulai proses peradilan hari ini.
 
"Bisa ikut sidang yang mulia," tegas Budi di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Petinggi PT WKE Dicecar Aliran Suap SPAM
 
Budi Suharto diduga terlibat perkara suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). KPK menetapkan delapan orang tersangka.
 
Empat di antaranya sebagai penyuap, yakni Direktur Utama PT WKE Budi Suharto; Direktur PT WKE Lily Sundarsih; Direktur PT TSP Irene Irma; Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo. Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kusrinah; Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba I Donny Sofyan Arifin menjadi tersangka penerima suap.
 
Baca: Bos PT WKE Diperiksa sebagai Saksi Suap SPAM
 
Total barang bukti yang diamankan KPK merupakan uang Rp3,3 miliar, SGD23.100, dan US$3.200. Anggiat, Meina, Nazar, dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.
 
Sementara dua proyek lain yang juga diatur lelangnya ialah pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa agar dimenangkan PT WKE dan PT TSP.
 
Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu Rp850 juta dan US$5 ribu, Meina menerima Rp1,42 miliar dan US$22 ribu. Sedangkan Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima Rp170 juta.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif