Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo Budi Suharto dikawal petugas memasuki Gedung KPK, Jakarta. (Foto: MI/rommy Pujianto)
Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo Budi Suharto dikawal petugas memasuki Gedung KPK, Jakarta. (Foto: MI/rommy Pujianto)

Bos PT WKE Diperiksa sebagai Saksi Suap SPAM

Nasional OTT di Kementerian PUPR
Juven Martua Sitompul • 22 Februari 2019 11:45
Jakarta: Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE) Budi Suharto dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bos PT WKE itu akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018 milik Kementerian PUPR.
 
"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARE (Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau PPK SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019.
 
Penyidik juga mengagendakan pemeriksaan sembilan saksi lain. Mereka adalah Direktur Keuangan PT WKE, Lily Sundarsih W; Direktur Proyek PT WKE, Yuliana Enganita Dibyo; dan satu pihak swasta bernama Irene Irma. Ketiganya diperiksa untuk tersangka Anggiat Partunggul.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Direktur PT WKE, Dwi Priyanto Siswoyudo; Bagian Keuangan PT WKE dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), Dwi Priyanto Siswoyudo; dan seorang karyawan PT WKE bernama Jemi Paundahan. Tiga orang ini menjadi saksi untuk tersangka PPK SPAM Toba I, Donny Sofyan Arifin.
 
Selanjutnya, Project Manager atau Direktur pada PT WKE dan Direktur pada PT TSP, Adi Dharma; dan Staf Keuangan PT WKE, Yohanes Herman Susanto jadi saksi untuk tersangka Kepala Satuan Kerja SPAMDarurat, Teuku Moch Nazar. Terakhir, Project Manager atau Direktur pada PT WKE dan PT TSP, Untung Wahyudi.
 
"Untung Wahyudi diperiksa untuk melengkap berkas penyidikan tersangka IIR (Direktur PT TSP, Irene Irma)," pungkas Febri.
 
Baca juga:37 Pejabat PUPR Kembalikan Suap Proyek Air
 
Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Empat di antaranya sebagai pihak pemberi yakni Direktur Utama PT WKE, Budi Suharto; Direktur PT WKE, Lily Sundarsih; Direktur PT TSP, Irene Irma; Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo.
 
Kemudian sebagai pihak penerima, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kusrinah; Kepala Satuan Kerja SPAMDarurat, Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba I, Donny Sofyan Arifin.
 
Total barang bukti yang diamankan KPK dalam kasus ini uang sejumlah Rp3.3 miliar, SGD23.100, dan USD3.200. Dalam kasus ini, Anggiat, Meina, Nazar dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.
 
Sementara 2 proyek lain yang juga diatur lelangnya yaitu pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP.
 
Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu sebesar Rp850 juta dan USD5 ribu, Meina menerima Rp1,42 miliar dan USD22 ribu. Kemudian, Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima 170 juta.
 
Baca juga:Suap Proyek Air Diduga Mengucur ke Banyak Pihak
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif