Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. MI/Susanto
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. MI/Susanto

Jaksa Agung Minta Sinkornisasi Aturan Restorative Justice

Sri Utami • 27 Januari 2022 17:12
Jakarta: Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin berharap ada sinkronisasi aturan dan sinergitas untuk pelaksanaan restorative justice (RJ) dalam tindak pidana umum. Sinkronisasi aturan itu harus dikuatkan dalam peraturan perundang-undangan bukan hanya melalui peraturan internal aparat penegak hukum.
 
"Tentunya kami berharap ada sinkronisasi aturan yang sinergitas dalam pelaksanaan restorative justice dalam suatu tindak pidana umum. Ke depan dikuatkan oleh peraturan perundangan tidak hanya melalui peraturan internal melainkan diatur dalam rencana kitab hukum tindak pidana dan rencana kitab hukum acara pidana," kata Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Kamis, 27 Januari 2022.
 
Dia menyebut pelaksanaan restorative justice di lingkungan kejaksaan telah dituangkan dan dilaksanakan dalam peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restorative Justice dan surat edaran petunjuk Jampidum serta peraturan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Proses restorative justice dilakukan secara berjenjang dan proses akhir dengan melakukan ekspose dengan Jampidum," ucap dia.
 
Restorative justice merupakan wewenang jaksa untuk melimpahkan atau tidak sebuah perkara ke pengadilan. Mekanisme restorative justice berbeda dengan pembuktian penyidikan atau konsep penghentian penuntutan sebagaimana diatur KUHAP.
 
Perkara yang dengan proses restorative justice adalah perkara yang secara hukum positif dinyatakan lengkap dan dapat disidangkan. Secara internasional, jaksa yang memberikan kewenangan untuk melakukan restorative justice berdasarkan azas dominus litis dan azas oportunitas.
 
"Kejaksaan dengan memerhatikan animo masyarakat atas pelaksanaan restorative justice kami membuka wacana untuk memperluas restorative justice dengan kajian akademis terkait pelaksanaan restorative justice bukan hanya untuk kemanfaatan restorative justice yang pragmatis seperti misalnya kelebihan kapasitas di lapas namun lebih dari itu tujuannya pencapaian azas keadilan hukum yang substantif bagi para pencari keadilan," tegasnya.
 
Baca: SETARA Institute: Restoratif Justice Kejaksaan Perkuat Sistem Peradilan Pidana
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif