Ilustrasi KPK. Foto: MI.
Ilustrasi KPK. Foto: MI.

Wagub Lampung Dipanggil KPK

Nasional Suap Bupati Mustafa
Whisnu Mardiansyah • 13 November 2019 12:24
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Wakil Gubenur Lampung Chusnunia Halim. Pemanggilan buat menyelisik dugaan suap mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa (MUS).
 
"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi buat tersangka MUS," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 13 November 2019.
 
Pemanggilan Chusnunia terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Lampung Tengah. Saat itu, Chusnunia merupakan bupati Lampung Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK menetapkan Bupati Lampung Tengah Mustafa sebagai tersangka. Dia diduga menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018.
 
KPK juga menetapkan dua tersangka lain, yakni pemilik PT Sorento Nusantara Budi Winarto atau Awi dan pemilik perusahaan PT Purna Arena Yudha Simon Susilo.
 
Kasus ini bermula saat Mustafa memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman mengumpulkan komitmen fee dari rekanan dan/atau calon rekanan pada Mei 2017. Pengumpulan fee buat memenuhi permintaan DPRD Lampung Tengah.
 
Uang itu buat pengesahan APBD Lampung Tengah dan persetujuan pinjaman pemerintah setempat kepada PT Sarana Multi Insfratruktur (SMI). Pinjaman Rp300 miliar buat kepentingan pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Lampung Tengah.
 
Mustafa memerintahkan Taufik dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Madani, membahas rencana penggunaan dana pinjaman. Keduanya diminta menyiapkan usulan jalan serta jembatan yang menjadi prioritas pembangunan di Lampung Tengah.
 
Taufik diminta mencari pengusaha buat mengerjakan proyek pembangunan jalan beton yang anggarannya berasal dari pinjaman PT SMI. Namun pengusaha yang memperoleh proyek itu harus memberikan komitmen fee 20 persen dari nilai pekerjaan.
 
Awi menerima tawaran itu dan berjanji memberikan komitmen fee Rp5 miliar secara bertahap kepada Mustafa. Pemberian fee diserahkan melalui Manager PT Sorento Nusantara, Tafip Agus Suyono. Taufik juga memberikan Rp300 juta kepada staf Taufik, Rusmaladi alias Ncus.
 
Awi menyanggupi pengerjaan proyek Jalan Kalirejo-Sendang Agung di wilayah barat Kabupaten Lampung Tengah. Total proyek yang digarap senilai Rp42,3 miliar.
 
Mustafa juga menerima komitmen fee dari Pemilik PT Purna Arena Yudha (PAY) Simon Susilo Rp7,5 miliar. Simon menggarap proyek yang anggarannya bersumber dari dana pinjaman PT SMI. Total komitmen fee yang diterima Mustafa dari Awi dan Simon Rp12,5 miliar.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif