Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Penggunaan Suap Bupati Lampung Tengah Ditelisik

Nasional Suap Bupati Mustafa
Ilham Pratama Putra • 04 Maret 2019 20:00
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Lampung Tengah Mustafa (MUS). Salah satu yang ditelisik yakni penggunaan uang suap yang dikumpulkan Mustafa.
 
Untuk mendalami hal itu, penyidik hari ini memeriksa seorang PNS Dinas Marga Lampung Tengah, Rama. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Mustafa.
 
"Penyidik mendalami keterangan saksi mengenai penggunaan dana-dana yang diduga dikumpulkan tersangka MUS selaku Bupati Lampung Tengah," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mustafa ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yaitu pemilik PT Sorento Nusantara, Budi Winarto dan pemilik perusahaan PT Purna Arena Yudha, Simon Susilo.
 
Mustafa diduga telah menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10 persen sampai 20 persen dari nilai proyek. Total suap yang diterima Mustafa sebanyak Rp95 miliar.
 
(Baca: Tiga Legislator Lampung Tengah Diperiksa KPK)
 
Uang itu diperoleh Mustafa dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018. Rinciannya yakni Rp58,6 miliar dengan kode IN BM berasal dari 179 calon rekanan dan Rp36,4 miliar dengan kode IN BP berasal dari 56 calon rekanan.
 
Total Rp95 miliar suap dan gratifikasi yang diterima Mustafa, sebagian besar berasal Budi Wiranto dan Simon Susilo. Dari keduanya, Mustafa menerima Rp12,5 miliar.
 
Sebesar Rp5 miliar diberikan Budi Wiranto sebagai fee ijon proyek paket pekerjaan ruas jalan di Kabupaten Lampung Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp40 miliar. Sedangkan, sebesar Rp7,5 miliar dari Simon Susilo atas fee 10% untuk ijon dua proyek paket pekerjaan peningkatan jalan di Kabupaten Lampung Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp76 miliar.
 
Penetapan ini merupakan pengembangan kasus suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018 yang membuat Mustafa divonis 3 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif