Bupati Lampung Tengah nonaktif (kiri) Mustafa (kiri). (Foto: MI/Mohamad Irfan)
Bupati Lampung Tengah nonaktif (kiri) Mustafa (kiri). (Foto: MI/Mohamad Irfan)

Tiga Legislator Lampung Tengah Diperiksa KPK

Nasional Suap Bupati Mustafa
Juven Martua Sitompul • 19 Februari 2019 11:49
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga anggota DPRD Lampung Tengah. Ketiganya akan diperiksa terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.
 
Ketiga legislator Lampung Tengah yang dipanggil itu adalah anggota DPRD Lampung Tengah dari fraksi Demokrat, Sauifulloh Ali Kepala Mega; anggota DPRD Lampung Tengah dari fraksi Gerindra, Firdaus Ali; dan anggota DPRD Lampung Tengah dari fraksi PKS Purismono.
 
"Ketiganya diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan MUS (Bupati LampungTengah Mustafa)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik juga memanggil satu saksi lain yaitu Kasir PT Sorento, Yusuf. Dia akan diperiksa untuk tersangka Mustafa.
 
KPK kembali menetapkan Mustafa sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Mustafa ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yaitu pemilik PT Sorento Nusantara, Budi Winarto dan pemilik perusahaan PT Purna Arena Yudha, Simon Susilo.
 
Baca juga:Bupati Lampung Tengah Jadi Tersangka Lagi
 
Mustafa diduga telah menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10 persen sampai 20 persen dari nilai proyek. Total suap yang diterima Mustafa sebanyak Rp95 miliar.
 
Uang itu diperoleh Mustafa dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018. Rinciannya yakni Rp58,6 miliar dengan kode IN BM berasal dari 179 calon rekanan dan Rp36,4 miliar dengan kode IN BP berasal dari 56 calon rekanan.
 
Total Rp95 miliar suap dan gratifikasi yang diterima Mustafa, sebagian besar berasal Budi Wiranto dan Simon Susilo. Dari keduanya, Mustafa menerima Rp12,5 miliar.
 
Sebesar Rp5 miliar diberikan Budi Wiranto sebagai fee ijon proyek paket pekerjaan ruas jalan di Kabupaten Lampung Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp40 miliar. Sedangkan, sebesar Rp7,5 miliar dari Simon Susilo atas fee 10% untuk ijon dua proyek paket pekerjaan peningkatan jalan di Kabupaten Lampung Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp76 miliar.
 
Penetapan ini merupakan pengembangan kasus suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018 yang membuat Mustafa divonis 3 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif