Suasana sidang suap pejabat PUPR - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Suasana sidang suap pejabat PUPR - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Pejabat PUPR Disodori Duit Suap di Kantor

Nasional suap proyek di kemenpu-pera OTT di Kementerian PUPR
Ilham Pratama Putra • 08 April 2019 16:49
Jakarta: Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dirjen Cipta Karya PUPR, Agus Ahyar, mengaku pernah didatangi Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP), Irene Irma. Usai pertemuan, Irene memberinya hadiah.
 
"Pada pertemuan (dengan Irene) tersebut dibahas ada pekerjaan dilakukan di Toba I, Kaltim, dan Palu," kata Agus saat bersaksi buat terdakwa kasus suap Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) Kementrian PUPR tahun anggaran 2017-2018, Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE), Budi Suharto di Tipikor, Jakarta, Senin, 8 April 2019.
 
Agus menyebut pertemuan berlangsung di ruang kerjanya pada 21 Desember 2018. Setelah pertemuan itu, Irene meninggalkan sebuah goodie bag.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam goodie bag itu berisi dua buah kotak berwarna cokelat. Agus mengaku menaruh curiga pada titipan tersebut.
 
"Kemudian kotak cokelat saya minta balikin sekretaris saya, saya bilang 'Balikin nih, ini mencurigakan'," kata Agus.
 
Namun, hadiah itu tak kunjung dikembalikan. Saat ada penggeledahan di kantor PUPR, 28 Desember 2018, barulah Agus mengembalikan kotak itu kepada KPK.
 
(Baca juga:KPK Sita Duit Suap dari 75 Pejabat PUPR)
 
Agus mengaku tidak mengetahui isi kotak itu. Setelah diperiksa KPK diketahui kotak berisi uang pecahan Rp100 ribu dengan total Rp193.800.000.
 
Selain itu, Agus juga mengaku pernah menerima uang Rp200 juta dari Anggiat Partunggul Nahot Simaremare selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SPAM Strategis atau PPK SPAM Lampung. Namun, Agus berdalih, uang itu hanya pinjaman untuk biaya operasional 30 CPNS yang dikirim ke Lombok.
 
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan delapan tersangka. Terdiri atas empat penerima dan empat pemberi.
 
Sebagai penerima yakni Kepala Satker SPAM Strategis/PPK SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah; Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, PPK SPAM Toba Donny Sofyan Arifin.
 
Sementara sebagai pemberi yakni Dirut PT WKE Budi Suharto; Direktur PT WKE Lily Sundarsih; Direktur PT TSP Irene Irma; dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo.
 
Total suap yang diduga diterima para pejabat Kementerian PUPR itu adalah Rp5,3 miliar, USD5.000, dan SGD22.100. Duit itu diduga merupakan bagian dari fee 10 persen dari total nilai proyek Rp 429 miliar yang didapat oleh kedua perusahaan itu.
 
(Baca juga:Pejabat PUPR Paksa Anak Buah Terima Titipan Uang)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif