Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham menyimak keterangan saksi saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (19/2). Foto: MI/Bary Fahtahilah
Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham menyimak keterangan saksi saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (19/2). Foto: MI/Bary Fahtahilah

Kotjo Sebut Idrus Tak Paham Proyek PLTU Riau-I

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Fachri Audhia Hafiez • 19 Februari 2019 21:38
Jakarta: Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo membantah meminta bantuan mantan Menteri Sosial Idrus Marham terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Menurut Kotjo, Idrus tidak memahami proyek tersebut.
 
"Kalau ke Bang Idrus maaf, terdakwa ngerti juga enggak, terus terang saja. Urusan teknis enggak ngerti apa-apa," kata Kotjo saat bersaksi untuk Idrus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Februari 2019.
 
Kotjo juga membantah dia turut meminta bantuan kepada mantan Ketua DPR Setya Novanto untuk lobi-lobi tertentu pada Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir. Dia mengaku hanya ingin sekadar diperkenalkan oleh Sofyan melalui Novanto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Enggak, ke Bapak Novanto saja enggak pernah (minta bantuan). Saya cuma minta dikenalin saja sudah cukup," ujar Kotjo.
 
Kotjo mengaku, untuk bekerjasama sama dengan Sofyan tidak mudah. Dia sempat menawarkan kepada Sofyan untuk penambahan proyek. Semula 2 x 300 megawatt menjadi 4 x 300 megawatt.
 
Dia mengusulkan agar bisa menggarap PLTU Riau-2. Hal ini melihat lokasinya yang bersebelahan dengan PLTU Riau-1, dan ketersediaan batu bara yang cukup
 
Baca:Sofyan Basir Tolak Negosiasi Proyek PLTU Riau-1
 
"Kalau mau lebih murah, bapak (Sofyan) kasih dua proyek. Kalau dua proyek bisa lebih murah. Tapi beliau bilang enggak apa-apa ini saja dulu (PLTU Riau-1)," ucap Kotjo.
 
Proyek PLTU Riau-1 rencananya digarap Blackgold Natural Recourses Limited, lewat anak usahanya PT Samantaka Batubara, dengan membentuk konsorsium bersama PT Pembangkit Jawa-Bali dan China Huadian Engineering.
 
Idrus Marham sebelumnya didakwa bersama-sama Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih menerima suap Rp2,250 miliar dalam perkara suap proyek PLTU Riau-1. Suap itu diduga mengalir ke musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar 2017.
 
Baca:Johannes Kotjo Pasrah Hukumannya Diperberat
 
Idrus didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif