BI di Posisi Sulit Usai Menggelontorkan BLBI
Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Glenn MS Yusuf - MI/M Irfan.
Jakarta: Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Glenn MS Yusuf mengungkapkan, Bank Indonesia dalam posisi sulit saat krisis ekonomi melanda Indonesia pada 1998-1999. Dengan kondisi tersebut, perekonomian Indonesia bisa saja kolaps lebih buruk.

Glenn mengatakan, kondisi itu tampak setelah BI menggelontorkan dana bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) ke sejumlah bank bermasalah senilai Rp144 triliun. Ditambah lagi, saat itu banyak bank yang kondisinya tidak sehat.

"Yang pertama harus dilihat pemerintah adalah bank sentral, BI. Karena BI dalam posisi yang sulit ada BLBI Rp145 triliun," beber Glenn saat bersaksi untuk terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Juni 2018. 


Ia menjelaskan, bank-bank umum saat itu banyak yang tidak sehat beroperasinya. Menurutnya hanya tiga atau empat bank yang masih dinyatakan sehat. Hal ini disebabkan karena bunga yang tinggi dan perekonomian makro tidak baik.

(Baca juga: BDNI Disebut Lakukan Penyimpangan Dana BLBI)

Alhasil, lanjutnya, tidak ada penerimaan perbankan. Aktivanya jadi membesar, sementara kewajiban bank untuk membayar bunga jadi bermasalah. 
 
"Intinya menuju bangkrut dan sebagian besar pinjaman sudah tidak bisa dibayarkan lagi, harus diaudit bank-bank ini, dan melihat status masing-masing bank," ujar Glenn.

Pemerintah, kata dia, kemudian melakukan penelitian ke sejumlah bank untuk menentukan bank mana yang bisa berlanjut. Sebab, menurut dia, saat itu, tidak semua bank yang dinyatakan sehat layak dilanjutkan.
 
Glenn menambahkan, saat itu kewajiban BPPN yakni dengan program penjaminan untuk sejumlah bank yang ditutup. Deposito bank-bank tersebut kemudian dipindah ke bank pemerintah dan pemerintah mendapatkan obligasinya.

"Khusus untuk bank yang ditutup, kita pindahkan ke bank lain depositonya dalam hal kewajiban lainnya, di mana sisi aktiva lancar kecil jadi ada selisih antara kewajiban dan aktiva lancar, selisih itu yang kita minta ke pemegang saham BDNI lewat MSAA," papar Glenn.

(Baca juga: Pengacara Bantah Dana BLBI Disalurkan ke Grup)
 



(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id