Pengacara Bantah Dana BLBI Disalurkan ke Grup

Antara 25 Juni 2018 10:09 WIB
kasus blbi
Pengacara Bantah Dana BLBI Disalurkan ke Grup
Hukum. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta: Otto Hasibuan, pengacara mantan pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim, membantah dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) disalurkan ke grup perusahaan. Dia menyangkal kesaksian mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Iwan Ridwan Prawiranata.

"Semua penyaluran dana BLBI oleh BDNI dipergunakan untuk memenuhi penarikan dana besar-besaran oleh nasabah pada waktu krisis, menutupi kerugian selisih kurs, dan pembayaran bunga serta denda Bank Indonesia yang jumlahnya sangat besar," kata Otto, Minggu, 24 Juni 2018. 

Menurut dia, Iwan hanya membaca laporan pengawasan Bank Indonesia. Iwan, kata dia, bukan saksi yang langsung mengawasi atau mengetahui langsung penyaluran dana BLBI oleh BDNI. 


Laporan pengawasan BI pun dianggap sepihak dan perlu dibuktikan kebenarannya. Apalagi, kata dia, berdasarkan laporan BI sampai dengan akhir Desember 1997, BDNI masih dikategorikan sebagai bank sehat. 

"Perusahaan klien kami bahkan masih menyetor sejumlah dana ke dalam BDNI dan tetap mempertahankan depositonya untuk mendukung pendanaan BDNI di tengah krisis sampai dengan BDNI dibekukan operasinya (BBO)," jelas dia.

Baca: BDNI Disebut Lakukan Penyimpangan Dana BLBI

Dia menjelaskan pada 4 April 1998, manajemen BDNI diambil alih BPPN. Sejak saat itu, penyaluran dana BLBI sepenuhnya dalam kendali tim manajemen BPPN. 

Sampai dengan penyelesaian keseluruhan kewajiban BLBI, jelas dia, BDNI tidak pernah dipermasalahkan mengenai penyalahgunaan BLBI oleh BI. Otto pun heran setelah lebih dari 21 tahun setelah krisis hal ini baru dibicarakan.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id