BDNI Disebut Lakukan Penyimpangan Dana BLBI
Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Iwan Ridwan Prawiranata/ANT/Andika Wahyu.
Jakarta: Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Iwan Ridwan Prawiranata menyebut Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) melakukan penyimpangan dana bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Awalnya, jaksa pada KPK menanyakan Iwan soal dugaan penyimpangan Sjamsul Nursalim, pemilik BDNI. Dana BLBI yang diberikan diduga tidak hanya digunakan menyehatkan kondisi BDNI saat itu.

"Kalau dari yang saya tahu, yang saya ingat, setiap keputusan yang diambil direksi itu ada usulan dari pengawas, untuk apa itu jelas rinciannya," kata Iwan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Juni 2018.


BDNI diawasi Bank Indonesia setelah mendapatkan BLBI. Namun, dana BLBI yang disalurkan tak sesuai penggunaannya.

"Saya hanya melihat laporan Maret sampai Desember itu kalau tidak salah ada pemberian ke grupnya sendiri. Tahun 1997," lanjut Iwan.

Jaksa kemudian mencecar, apakah bentuk penyimpangan melakukan penempatan baru dengan menambah saldo debit dan melakukan pembayaran dana talangan kepada kreditur untuk memenuhi kewajiban nasabah grup terkait.Jaksa juga menanyakan pemberian kredit rupiah kepada grup terkait yang dananya digunakan untuk transaksi di pasar antarbank.
 
Iwan sempat melihat laporan tersebut. Menurut Iwan, setelah BLBI disalurkan, Bank Indonesia mengawasi penggunaan dana yang disalurkan kepada bank-bank yang membutuhkan.

"Setiap keputusan ada penjelasan dan ada usulannya dari pengawas," tegas Iwan.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id