Wakil Ketua KPK Laode M Syarif - MI/Rommy Pujianto.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif - MI/Rommy Pujianto.

Kasus Suap Garuda Segera Disidang

Nasional emirsyah satar tersangka
Juven Martua Sitompul • 11 Februari 2019 16:40
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera merampungkan penyidikan kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero). Dua tersangka dalam kasus ini akan diadili dalam waktu dekat.
 
"Kasus ini akan segera selesai," kata Laode di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.
 
Laode mengungkapkan KPK telah bekerja sama dengan sejumlah pihak baik di dalam dan luar negeri untuk menuntaskan proses penyidikan. Salah satunya dengan Lembaga Antikorupsi Inggris Serious Fraud Office (SFO). Sejumlah dokumen dan data dari SFO telah dikantongi penyidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya berterima kasih karena semua dokumen yang diminta ke SFO, sudah berada di tangan KPK," ucap Laode.
 
Mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ini sejak Januari 2017. Namun, hingga kini keduanya belum juga dijebloskan ke jeruji besi.
 
(Baca juga:KPK Tegaskan Pengusutan Korupsi Garuda Berlanjut)
 
Laode menolak merespons belum dilakukannya penahanan terhadap kedua tersangka itu. Yang pasti, kata dia, kasus dugaan korupsi Garuda itu segera masuk meja hijau.
 
"Tunggu saja, kasus Garuda akan segera disidangkan," kata Laode.
 
Dalam kasus ini, Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya mencapai lebih dari USD4 juta atau setara dengan Rp52 miliar dari perusahaan asal Inggris yakni Rolls-Royce, di antaranya melalui pendiri PT MRA Group Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd.
 
Diduga suap terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014. KPK menduga Emirsyah juga menerima suap terkait pembelian pesawat dari Airbus.
 
Dalam proses penyidikan kasus ini, KPK telah menyita sebuah rumah di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Rumah yang disita tersebut senilai Rp8,5 miliar. Disinyalir uang untuk membeli rumah tersebut berasal dari Soetikno Soedarjo.
 
(Baca juga:Penyidik Cari Hubungan Le Roy dengan Emirsyah Satar)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif