Penyidik Cari Hubungan Le Roy dengan Emirsyah Satar

Juven Martua Sitompul 16 Maret 2018 15:35 WIB
emirsyah satar tersangka
Penyidik Cari Hubungan Le Roy dengan Emirsyah Satar
Aktor senior Le Roy Osmany--Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
Jakarta: Aktor senior Le Roy Osmany selesai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA).

Le Roy yang diperiksa hampir lima jam. Dia mengaku dicecar soal hubungannya dengan Emirsyah Satar di klub sepeda Apache Bikers Community. Dalam club itu, Emirsyah Satar menduduki jabatan sebagai pembina.

"Saya dipanggil untuk melengkapi urusan Pak Emirsyah Satar. Saya sebagai ketua sepeda, Pak Emirsyah sebagai anggota sepeda, pembina," kata Le Roy di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 16 Maret 2018.


Le Roy membantah dalam pemeriksaan penyidik mengonfirmasi soal kasus dugaan korupsi di Garuda Indonesia. Dia menepis pernah berhubungan bisnis dengan mantan petinggi perusahaan berplat merah tersebut.

"Soal bisnis saya enggak mengerti apa-apa. Sama sekali enggak ada. Kita dipanggil cuma ngomongi masalah sepeda saja," ujarnya.

Baca: KPK Periksa Aktor Senior Le Roy Osmany
 
Tak hanya itu, pemain banyak film ini pun membantah kalau Emirsyah Satar pernah mengucurkan dana untuk Apache Bikers Comunity. "Enggak ada. Kita semua iuran anggota," pungkasnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan bila Le Roy dikonfirmasi soal hubungannya dengan Emirsyah Satar. Diduga, Le Roy mengetahui sepak terjang dari Emrisyah Satar.

"Penyidik mengonfirmasi pengetahuan saksi tentang tersangka," kata Febri.

Dalam kasus dugaan korupsi di PT Garuda Indonesia ini, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo.

Emirsyah Satar diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui Soetikno Soedarjo. Suap diberikan Rolls-Royce terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Penyidik menduga suap yang diterima Emiryah Satar mencapai €1,2 juta dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Tak hanya uang, Emirsyah Satar juga diduga menerima suap berupa barang senilai USD2 juta, yang tersebar di Indonesia dan Singapura.




(YDH)