Sidang pemeriksaan saksi terdakwa eks Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi terdakwa eks Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Suap Eks Direktur AP II Sengaja Pakai Mata Uang Asing

Nasional kasus suap
Fachri Audhia Hafiez • 22 Januari 2020 13:49
Jakarta: Andi Taswin Nur, orang kepercayaan eks Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara mengaku beberapa kali dititipkan uang buat Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Yastrialsyah. Uang titipan berjumlah miliaran rupiah.
 
"Jadi kalau dalam jumlah Rp1 miliar kan enggak mungkin itu, jumlahnya sangat besar. Jadi ditukar dalam bentuk valuta asing, karena Pak Andra memang terima uang dalam bentuk itu," kata Taswin saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Darman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Taswin mengungkapkan uang diberikan melalui sopir Andra, Endang. Uang diberikan beberapa kali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taswin mengungkapkan menyerahkan uang langsung ke Endang Rp200 juta dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD) pada 29 Juni 2019. Uang berasal dari Darman.
 
Taswin kembali menyerahkan uang USD53 ribu atau sekitar Rp750 juta pada 26 Juli 2019. "Lalu sehari kemudian saya menyerahkan lagi Rp250 juta atau USD18 ribu di Lotte Mart Avenue Kuningan dan 96.700 dolar Singapura atau Rp1 miliar di Mall Kota Kasablanka," beber Taswin.
 
Uang diduga diberikan untuk mempermulus PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan semi baggage handling system (BHS) di kantor cabang PT AP II. Proyek itu awalnya diproyeksikan digarap PT Angkasa Pura Propertindo (APP) atau PT INTI.
 
Darman Mappangara didakwa menyuap Andra Yastrialsyah Agussalam USD71.000 dan 96.700 dolar Singapura. Suap diberikan secara bertahap pada Juli 2019.
 
Darman didakwa melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a dan b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo pasal 64 ayat (1) KUHP pidana.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif