Direktur PT INTI Darman Mappangara ditahan KPK. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
Direktur PT INTI Darman Mappangara ditahan KPK. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

Dirut PT INTI Klaim Berjuang Menghidupkan Perusahaan

Nasional kasus suap
Juven Martua Sitompul • 19 Oktober 2019 03:11
Jakarta: Direktur PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI), Darman Mappangara ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Darman ditahan usai diperiksa sebagai tersangka dugaan suap proyek Baggage Handling System (BHS) pada PT Angkasa Pura Propetindo yang dilaksanakan oleh PT INTI.
 
Darman berjanji bakal koperatif menjalani proses hukum yang berjalan. Dia menyebut kasus ini merupakan bagian dari perjuangannya menghidupkan PT INTI yang mengalami kesulitan ekonomi. Darman bahkan yakin kebenaran dari perkara ini bakal terungkap dalam proses persidangan nanti.
 
“Dalam usaha saya berjuang untuk menghidupkan PT INTI, ini harus saya lewati. Semoga Allah beri kekuatan dan kebenaran akan terungkap di persidangan,” kata Darman di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kuasa hukum Darman, Saiful Huda mengatakan pada pemeriksaan kali ini kliennya dicecar 35 pertanyaan. Saiful memastikan Darman telah menjelaskan ihwal perkara kepada penyidik secara terang.
 
“Sangat koperatif. Beliau sangat meyakini apa yang dilakukannya untuk memperjuangkan PT INTI,” kata Saiful.
 
Saiful membantah uang yang diberikan kliennya kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam berkaitan dengan proyek seperti yang disangkakan KPK. Uang tersebut, kata dia, merupakan utang piutang antara Andra dan Darman.
 
“Klien saya itu diduga memberikan sesuatu kepada Direktur Keuangan Angkasa Pura II dalam proyek BHS. Namun, di dalam pemeriksaan tadi, klien kami itu tidak ada kaitannya dengan uang proyek. Itu pinjaman pribadi antara Direktur Keuangan dan pak Darman,” katanya.
 
Dia menjelaskan utang piutang dilakukan kliennya karena kondisi keuangan PT INTI sedang terpuruk. Bahkan, PT INTI sudah tidak mampu membayar gaji pegawai.
 
“Untuk bayar gaji pun sudah sulit. Sudah sering juga kan kita lihat di media demo-demo pegawai. Yang dimaksud pak Darman itu demi itu karena untuk meminjam ke bank sudah tidak mungkin,” pungkasnya.
 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif