Idrus Mengakui Bahas Proyek PLTU Riau dengan Kotjo dan Eni

Damar Iradat 01 November 2018 13:02 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Idrus Mengakui Bahas Proyek PLTU Riau dengan Kotjo dan Eni
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham saat bersaksi di Pengadilan Tipikor - Medcom.id/Damar Iradat.
Jakarta: Mantan Menteri Sosial Idrus Marham mengakui pernah beberapa kali bertemu dengan bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Dalam pertemuan dengan Kotjo itu, turut hadir Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.

Idrus menjelaskan, pertemuan dengan Kotjo dilakukan dua kali. Pertemuan pertama, pada Maret 2018 di kantor Kotjo, Graha BIP, Jakarta.

"Saya ketemu, karena saya habis dilantik sebagai menteri, saya ketemu di kantornya di lantai 8. Dia ucapin selamat saya jadi menteri," kata Idrus saat menjadi saksi untuk Kotjo di sidang lanjutan kasus dugaan suap PLTU Riau-I di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.


Idrus mengungkapkan dalam pertemuan itu, ikut hadir Eni Maulani Saragih. Namun, dia menyebut, pertemuan Eni dan Kotjo ada kepentingan berbeda. 

Eks Sekjen Partai Golkar itu mengakui dalam pertemuan Eni menyinggung soal proyek PLTU Riau-I dengan Kotjo. Namun, Idrus mengaku tidak mengetahui secara rinci rencana Eni dan Kotjo.

"Saya tidak begitu tahu. Tapi, dia bilang ini untuk kepentingan konstituen, karena harga murah. Ini halal, kata Eni. Saya bilang untuk hati-hati," ucap dia. 

Baca juga: Idrus Minta 30 Mobil Jenazah kepada Sofyan

Di saat bersamaan, Kotjo juga sempat menjelaskan kepada Idrus soal proyek listrik di PLTU Riau-I. Menurutnya, proyek pembangunan hampir rampung lantaran telah dikerjakan sejak 2015-2016.

"Dia bilang ini murah, investornya ada dari luar, tidak ada uang APBN. Kemudian saya bilang, 'justru kalau murah itu hati-hati, karena biasanya yang sendirian murah jadi masalah'" ujar Idrus menirukan percakapannya dengan Kotjo.

Kepadanya, Kotjo juga sempat memastikan jika proyek ini dilakukan secara terbuka. Bahkan, ia menantang agar KPK dan Kejaksaan untuk mengawasi proyek ini.

"Setelah itu Eni nyambar lagi dia bilang ini (proyek) halal. Lalu, Kotjo bilang, 'Bang Idrus, kalau untuk makan saya sudah cukup. Ini pengabdian saya untuk bangsa ini', saya bilang 'Ya sudah itu terserah abang lah'. Setelah itu selesai, saya pergi," tutur dia. 

Baca juga: Sofyan Bantah Bicarakan Fee Proyek PLTU Riau-I

Jaksa lantas mengonfirmasi waktu pasti pertemuan antara dirinya, Eni, dan Kotjo. Sebab, dari keterangan Eni di persidangan, pertemuan pertama dilakukan pada Desember 2017 sebelum Munaslub Golkar.

"Seingat saya tidak. Karena pada waktu itu sudah mau Munaslub dan saya tidak punya kepentingan apa-apa, Airlangga (Hartarto) sudah jadi Ketua Umum sejak 26 November, sudah tinggal formalitas saja," imbuh dia. 

Pada pertemuan kedua, Idrus mengaku berlangsung sekitar akhir Mei atau awal Juni 2018. Keterangan ini sama dengan keterangan Eni.



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id