Massa penjemput Rizieq Shihab berkerumun di Megamendung, dekat pesantren Rizieq/Antara.
Massa penjemput Rizieq Shihab berkerumun di Megamendung, dekat pesantren Rizieq/Antara.

Rizieq Klaim Lahan PTPN tak Diurus, Pakar: Tetap Milik Pemerintah

Nasional ptpn Rizieq Shihab Muhammad Rizieq Shihab
Media Indonesia.com • 26 Desember 2020 10:51
Jakarta: Pakar pertanahan Konsorsium Pembaruan Agraria, Iwan Nurdin, menilai klaim Rizieq Shihab soal penelantaran lahan PTPN VIII di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Penolan Front Pembela Isam itu mendirikan pesantren di atas lahan PTPN tanpa izin.
 
Iwan menyebut klaim itu tak sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2010. Aturan tentang Penertiban dan Pendayagunaan tanah Terlantar itu memuat pengecualian penelantaran jika tanah itu milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, atau lembaga.
 
"Jika merujuk PP tersebut memang BUMN dikecualikan dari namanya penelantaran tanah," kata Iwan, seperti dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 26 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: PTPN VIII Minta Lahan Pesantren Rizieq Shihab Dikosongkan
 
Ia menyebut jika Rizieq ingin menerbitkan sertifikat tanah pesantren itu, maka Kementerian BUMN sebagai pemilik saham PTPN VIII harus melepaskan lahan tersebut. Selain itu, Kementerian Keuangan juga harus menghapusnya dari aset negara.
 
"Statusnya jadi tanah negara bebas. Sekarang memang tanah negara, tapi tanah negara yang dikuasai BUMN," kata Iwan.
 
Meski demikian, Iwan menuturkan Rizieq dan FPI bukan menjadi pihak prioritas mendapat sertifikat jika pemerintah memutuskan meredistribusi tanah tersebut. Ia mengatakan HGU kegunaannya itu untuk perkebunan, pertanian, dan pertambakan, atau kepentingan ketahanan negara.
 
Selain itu, juga diperuntukkan untuk masyarakat kecil, seperti petani yang tidak memiliki tanah untuk bercocok tanam. "Sementara pesantren itu bangunan, untuk pendidikan, sehingga itu sebenarnya melanggar tata ruang dan karena disebut HGU lalu terkonversi menjadi bangunan atau kampung," kata Iwan.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif