Ilustrasi KPK - MI.
Ilustrasi KPK - MI.

Dua Tersangka Suap Krakatau Steel Diperiksa

Nasional krakatau steel
Juven Martua Sitompul • 19 Juli 2019 12:42
Jakarta: Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro, dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel.
 
"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019.
 
Penyidik juga memanggil satu tersangka dari pihak swasta bernama Alexander Muskitta. "Pemeriksaan untuk melengkapi berkas penyidikan kedua tersangka," kata Febri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wisnu Kuncoro dan Alexander Muskitta ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan dua orang lainnya yakni Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutradja; dan Bos Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek pengadaan kontainer dan boiler di pabrik blast furnace PT KS, Cilegon, Banten.
 
Ihwal suap ini terjadi pada 2019, saat Direktorat Teknologi dan Produksi Krakatau Steel merencanakan kebutuhan barang dan peralatan, masing-masing bernilai Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar. Alexander Muskitta diduga menawarkan beberapa rekanan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut kepada Wisnu Kuncoro dan disetujui.
 
(Baca juga:Suap Untuk Hadiah Pernikahan Anak Petinggi Krakatau Steel)
 
Alexander Muskitta menyepakati komitmen fee dengan rekanan yang ditunjuk, yakni PT Grand Kartech dan Tjokro Group senilai 10 persen dari nilai kontrak. Alexander Muskitta diduga bertindak mewakili Wisnu Koncoro sebagai Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel.
 
Selanjutnya, Alexander Muskitta meminta Rp50 juta kepada Kenneth Sutardja dan Rp100 juta kepada Kurniawan Eddy Tjokro. Pada 20 Maret 2019, Alexander Muskitta menerima cek Rp50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro yang selanjutnya disetorkan ke rekening.
 
Kemudian, Alexander Muskitta juga menerima uang USD4 ribu atau setara Rp56,64 juta dan Rp45 juta di sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan. Uang itu disetorkan ke rekening Alexander Muskitta.
 
Wisnu Kuncoro dan Alexander Muskitta sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(Baca juga:Makelar Krakatau Steel Disebut Sering Atur Transaksi)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif