Sidang kasus suap PT Krakatau Steel - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Sidang kasus suap PT Krakatau Steel - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Suap Untuk Hadiah Pernikahan Anak Petinggi Krakatau Steel

Nasional krakatau steel
Faisal Abdalla • 16 Juli 2019 00:01
Jakarta: Alexander Muskitta dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara suap proyek pengadaan kontainer dan boiler di pabrik blast furnace PT Krakatau Steel, Cilegon, Banten dengan terdakwa Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja. Alexander merupakan tersangka dari pihak swasta untuk kasus yang sama.
 
Dalam persidangan, Alexander mengakui uang Rp20 juta yang diserahkan kepada Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro merupakan hadiah untuk pernikahan putrinya. Wisnu juga pesakitan dalam perkara ini.
 
"Saya bertemu Pak Wisnu karena saya ingin memberikan hadiah pernikahan untuk putrinya Pak Wisnu. Uang Rp20 juta," kata Alexander di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Alexander, pihaknya sempat beberapa kali menghubungi Wisnu untuk meminta bertemu. Namun Wisnu saat itu tengah sibuk menyiapkan pernikahan putrinya.
 
Alexander tetap ngotot meminta waktu Wisnu sebelum pernikahan karena ingin menyerahkan hadiah uang Rp20 juta kepada putrinya. Uang itu, menurut pengakuan Alexander, didapat dari Kenneth dan bos PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro.
 
Pertemuan akhirnya terjadi pada 22 Maret 2019 di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, "Baru kita bertemu di Starbucks, (saya) kasih uangnya. Tapi akhirnya kena OTT (Operasi Tangkap Tangan)," kata Alexander.
 
(Baca: Krakatau Steel Terbuai Tjokro Bersaudara)
 
Sebelumnya, Kurniawan Eddy dan Presiden Kenneth Sutardja didakwa menyuap Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro, sejumlah Rp157,040 juta. Suap diberikan supaya Wisnu melancarkan pengadaan barang dan jasa.
 
Kenneth didakwa menyuap Wisnu sebesar Rp101,540 juta melalui Alexander Muskitta. Suap itu dilakukan agar Wisnu memberikan persetujuan pengadaan dua unit boiler kapasitas 35 ton dan jasa operations and maintenance di PT KS.
 
Sementara Yudi didakwa menyuap Wisnu sebesar Rp55,5 juta melalui Alexander Muskitta. Tujuannya agar Wisnu menyetujui pengadaan dan pemasangan dua unit Spare Bucket Wheel Stacker dan Harbors Stockyard.
 
Sehingga total uang suap yang diberikan pada Wisnu sebesar Rp157,040 juta. Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro selaku penyuap didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif