Sidang kasus suap PT Krakatau Steel - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Sidang kasus suap PT Krakatau Steel - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Krakatau Steel Terbuai Tjokro Bersaudara

Nasional krakatau steel
Theofilus Ifan Sucipto • 25 Juni 2019 07:25
Jakarta: PT Krakatau Steel (KS) disebut terbuai dengan PT Tjokro Bersaudara. General Manager (GM) Blast Furnace Complex PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernanto Wiryomijoyomengatakan penyuapan di PT Krakatau Steel terjadi lantaran pemilik PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro punya akses yang luas soal perizinan.
 
"Pak Tjokro adalah pemilik Tjokro Bersaudara yang notabenenya rekanan sejak lama. Aksesnya juga luas karena memang ada kontrak jangka panjang terkait perizinan," kata Hernanto dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin, 24 Juni 2019.
 
Hernanto mengatakan, PT Tjokro Bersaudara merupakan penyuplai spare part yang dibutuhkan oleh PT Krakatau Steel. Dari keseringan itu, bos Tjokro Bersaudara memanfaatkan kesempatan untuk menjalin kepercayaan di dalam PT Krakatau Steel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para petinggi PT Krakatau Steel pun mulai terbuai dengan bos Tjokro Bersaudara. Sehingga, para petinggi PT Krakatau Steel tidak mempunyai prasangka buruk kepada bos Tjokro Bersaudara.
 
"Jadi itu lah kemudian kita membuat perumbukan bahwa Tjokro pengusaha yang mampu, karena pernah membuat dan memperbaiki atas vendor dari kontraktor proyek," ujar Hernanto.
 
Baca juga: Tiga Pejabat PT Krakatau Steel akan Bersaksi di Pengadilan
 
Sebelumnya, Kurniawan Eddy dan Presiden Direktur PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja didakwa menyuap Direktur Teknologi dan Produksi PT KS, Wisnu Kuncoro, sejumlah Rp157,040 juta. Suap diberikan supaya Wisnu melancarkan pengadaan barang dan jasa.
 
Kenneth didakwa menyuap Wisnu sebesar Rp101,540 juta melalui Alexander Muskitta. Suap itu dilakukan agar Wisnu memberikan persetujuan pengadaan dua unit boiler kapasitas 35 ton dan jasa operations and maintenance di PT KS.
 
Sementara Yudi didakwa menyuap Wisnu sebesar Rp55,5 juta melalui Alexander Muskitta. Tujuannya agar Wisnu menyetujui pengadaan dan pemasangan dua unit Spare Bucket Wheel Stacker dan Harbors Stockyard.
 
Sehingga total uang suap yang diberikan pada Wisnu sebesar Rp157,040 juta. Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro selaku penyuap didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif