Ilustrasi sidang kasus suap PT Krakatau Steel - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Ilustrasi sidang kasus suap PT Krakatau Steel - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Tiga Pejabat PT Krakatau Steel akan Bersaksi di Pengadilan

Nasional krakatau steel
Fachri Audhia Hafiez • 17 Juni 2019 12:39
Jakarta: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta akan menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (KS). Sidang mengagendakan pemeriksaan saksi.
 
"Hari ini enam orang saksi, sidang rencananya sore," kata Pengacara Direktur Utama PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro, Arief Sulaiman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 17 Juni 2019.
 
Mereka yakni Manager Maintenance Service Blast Furnace Complex, Fahrurozi; Manager Workshop Mechanic FSA, Adi Triwododo; dan General Manager Procurement, Wahyu Wirawan. Sedangkan tiga nama lain yang belum diketahui peran dan jabatannya ialah Awang Yudha Irianto, Harris Effendi, dan Ruhimat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga:Dua Bos Perusahaan Swasta Didakwa Menyuap Petinggi Krakatau Steel)
 
Sebelumnya, Kurniawan Eddy dan Presiden Direktur PT Grand Kartech, Kenneth Sutradja didakwa menyuap Direktur Teknologi dan Produksi PT KS, Wisnu Kuncoro, sejumlah Rp157,040 juta. Suap diberikan supaya Wisnu melancarkan pengadaan barang dan jasa.
 
Kenneth didakwa menyuap Wisnu sebesar Rp101,540 juta melalui Alexander Muskitta. Suap itu dilakukan agar Wisnu memberikan persetujuan pengadaan dua unit boiler kapasitas 35 ton dan jasa operations and maintenance di PT KS.
 
Sementara Yudi didakwa menyuap Wisnu sebesar Rp55,5 juta melalui Alexander Muskitta. Tujuannya agar Wisnu menyetujui pengadaan dan pemasangan dua unit Spare Bucket Wheel Stacker dan Harbors Stockyard.
 
Sehingga total uang suap yang diberikan pada Wisnu sebesar Rp157,040 juta. Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro selaku penyuap didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif