Pembuat herbal Hadi Pranoto memenuhi panggilan polisi. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Pembuat herbal Hadi Pranoto memenuhi panggilan polisi. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Hadi Pranoto Diperiksa Terkait Obat Covid-19

Nasional Virus Korona Hadi Pranoto
Siti Yona Hukmana • 08 September 2020 16:49
Jakarta: Hadi Pranoto, pembuat obat herbal yang diklaim dapat meningkatkan antibodi melawan covid-19, memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Dia diperiksa terkait pernyataan soal obat anticovid-19 (korona).
 
"HP (Hadi Pranoto) sekarang lagi dilakukan pemeriksaan oleh Krimsus (penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 8 September 2020.
 
Hadi tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 13.45 WIB. Hadi absen pada panggilan pertama, Kamis, 13 Agustus 2020 karena sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hadi sempat dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Pengacara Hadi, Muhammad Nur Aris, menyebut kliennya tengah menderita penyakit diabetes.
 
Penyidik kembali memanggil Hadi pada Senin, 24 Agustus 2020. Hadi memenuhi panggilan penyidik namun tidak bersedia diperiksa dengan alasan masih tidak sehat. Hadi meminta pemeriksaan ditunda.
 
Penyidik mengultimatum Hadi. Dia bakal dijemput paksa bila tak hadir pada panggilan ketiga.

(Baca: Sakit, Hadi Pranoto Tolak Ikut Rapid Test)
 
Sebelumnya, Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid melaporkan Hadi dan YouTuber sekaligus influencer Erdian Aji Prihartanto alias Anji ke Polda Metro Jaya, Senin malam, 3 Agustus 2020. Laporan ini buntut klaim Hadi yang mengaku telah menemukan obat covid-19 dalam wawancara di akun YouTube milik Anji.
 
Anji telah diperiksa penyidik. Dia mengaku tahu soal obat herbal Hadi dari pemberitaan di media.
 
Konten YouTube yang ditayangkan musisi Anji pada Sabtu, 1 Agustus 2020, menuai polemik. Pendapat Hadi ditentang oleh akademisi, ilmuwan, ikatan dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, influencer, hingga masyarakat luas.
 
Keduanya dilaporkan melanggar Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45a Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
 
(REN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif