NEWSTICKER
Sidang pemeriksaan saksi buat terdakwa Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II, Andra Yastrialsyah Agussalam. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi buat terdakwa Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II, Andra Yastrialsyah Agussalam. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Hakim Peringatkan Sopir Eks Direktur PT AP II

Nasional Kasus Suap angkasa pura ii
Fachri Audhia Hafiez • 26 Februari 2020 15:19
Jakarta: Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta Fahzal Hendri geram dengan keterangan Endang, sopir eks Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II, Andra Yastrialsyah Agussalam. Endang tidak mengubah keterangan yang seharusnya bisa dibatalkan saat diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
"Cobalah dipikir-pikir dulu sebelum memberikan keterangan, dengan keterangan yang salah bisa salah itu putusan," tegas Hakim Fahzal di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020.
 
Endang diperiksa sebagai saksi untuk Andra, terdakwa kasus dugaan suap proyek Semi Baggage Handling System (BHS) di PT AP II. Andra didakwa menerima suap USD71.000 dan 96.700 dolar Singapura dari mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hakim Fahzal mengatakan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Endang menyebut pemberian uang tak terkait utang piutang. Belakangan, fulus tersebut disebut utang Darman ke Andra.
 
"Saya di BAP itu saya jujur panik, jadi saya bicara apa adanya, terima dan terima. Itu pun waktu dan tanggal saya lupa," ujar Endang.
 
(Baca:Sopir Tahu Transaksi Pinjaman Petinggi PT AP II)
 
Hakim tak puas dengan jawaban Endang. Hakim kembali mencevar alasan Endang tidak mengubah keterangan itu saat diperiksa penyidik. Padahal, dia sudah lima kali keluar masuk markas Lembaga Antirasuah untuk diperiksa.
 
"Saudara bisa bilang dalam keadaan shock, tetapi kan kalau beberapa kali diperiksa ditanya juga di situ. Apakah ada keterangan saudara yang berubah, mesti itu yang ditanya penyidik. Kenapa saudara tidak ubah itu?," ujar Hakim Fahzal.
 
"Nah itu saya enggak punya pikiran seperti yang mulia," jawab Endang.
 
Hakim Fahzal meminta Endang memberikan keterangan yang sebenarnya. Keterangannya itu bakal menentukan nasib seseorang.
 
Endang juga diperingatkan semua keterangannya dilandasi sumpah. Artinya, semua keterangan yang disampaikan akan dipertanggungjawabkan di mata hukum.
 
Menyampaikan keterangan palsu saat bersaksi di persidangan diatur dalam Pasal 242 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. "Saya bukan mengancam saudara, tapi saya peringatkan saudara apakah benar keterangan saudara yang berikan itu atau hanya disuruh?," tanya Hakim Fahzal.
 
"Tidak ada (yang menyuruh) yang mulia," kata Endang.
 
(Baca:Eks Direktur AP II Manfaatkan Sopir Ambil Setoran Suap)
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif