Ilustrasi korupsi. Medcom.id
Ilustrasi korupsi. Medcom.id

Sopir Tahu Transaksi Pinjaman Petinggi PT AP II

Nasional kasus suap angkasa pura ii
Fachri Audhia Hafiez • 09 Desember 2019 15:31
Jakarta: Seorang sopir, Widi Atmaka, mengaku disuruh Direktur Utama PT Inti, Darman Mappangara, mengambil uang dari Eks Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II Andra Y Agussalam. Uang itu disebut peminjaman utang dari Andra kepada Darman.
 
Peristiwa itu terjadi pada 12 Juli 2018. Widi saat itu disuruh mengambil uang bersama orang kepercayaan Darman, Teddy, untuk diantar ke kantor Andra di PT AP II.
 
"Saya hanya driver. Saya saksikan beliau (Teddy) di mobil terima tas hitam dari Pak Endang (orang kepercayaan Andra) ke Pak Teddy," ujar Widi saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa staf PT INTI, Andi Taswin Nur, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 9 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa mencecar kenapa Widi mengetahui transaksi tersebut terkait pinjaman. Karena awalnya Widi hanya diperintahkan mengantar Teddy.
 
"Saya dengar via telepon tolong ambil piutang ke Pak Andra, tapi enggak begitu dengar," ucap Widi.
 
Pada persidangan sebelumnya, Andra mengaku menerima Rp5 miliar dari Darman. Ia berkilah uang itu tak terkait pengadaan proyek baggage handling system (BHS).
 
"Pak Darman mau mengembalikan uang yang saya tagih terus menerus. Karena bukan pengawalan proyek," kata Andra, Senin, 25 November 2019.
 
Andi Taswin Nur didakwa menyuap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II Andra Yastrialsyah Agussalam sejumlah USD71 ribu dan SGD96.700. Taswin diduga sebagai perantara suap antara Direktur Utama PT Inti Darman Mappangara ke Andra.
 
Taswin menyuap Andra agar PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan semi baggage handling system (BHS) di kantor cabang PT AP II. Proyek itu diproyeksikan digarap PT Angkasa Pura Propertindo (APP) atau PT INTI.
 
Uang suap yang diberikan kepada Andra secara bertahap. Uang senilai USD53 ribu (Rp745 juta) diserahkan di Plaza Senayan, Jakarta, 26 Juli 2019. Taswin kembali memberikan fulus kepada Andra USD18 ribu (Rp253 juta) pada, 27 Juli 2019, di lobi Lotte Avenue Kuningan.
 
Terakhir, Taswin menyerahkan uang SGD96.700. Fulus diberikan di lobi Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada 31 Juli 2019.
 
Taswin didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
(DRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif