Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Eks Direktur AP II Manfaatkan Sopir Ambil Setoran Suap

Nasional kasus suap angkasa pura ii
Ilham Pratama Putra • 18 November 2019 14:57
Jakarta: Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II Andra Yastrialsyah Agussalam disebut menerima suap USD71 ribu (Rp999 juta) dan SGD96.700 (Rp 1 miliar) dari staf PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Andi Taswin Nur. Fulus haram itu diambil melalui sopir pribadi Andra, Endang, secara bertahap.
 
Endang mengaku ditelepon langsung Taswin untuk pertama kalinya pada Jumat, 24 Mei 2019. Dia diminta mengantarkan uang suap yang disebut hadiah parsel yang dibungkus amplop cokelat dari Taswin kepada Andra.
 
"Saya enggak membukanya. Parsel itu saya enggak pernah tahu itu apa, berupa uang atau apa. Tapi dari bentuknya, feeling saya, gepokan uang," kata Endang saat menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin, 18 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kiriman uang kedua terjadi Jumat, 26 Juli 2019, di parkiran Plasa Senayan, Jakarta. Kala itu Taswin didampingi Direktur Utama PT Inti Darman Mappangara.
 
"Jadi saat pemberian itu dikasih Pak Taswin dalam amplop cokelat, lalu difoto sama Pak Darman," jelas Endang.
 
Keesokannya transaksi kembali berlangsung di lobi Mall Lotte Avenue Kuningan, Jakarta. Endang dan Taswin juga bertemu di lobi Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada Rabu, 31 Juli 2019.
 
"Saya sudah janjian sekitar jam 8 lewat (malam). Saya mau telepon Pak Taswin enggak bisa. Pak Taswin tiba-tiba muncul di lobi. Dia bilang ini titipan dari Darman. Pak Taswin kemudian naik eskalator, saya disergap. Saya lihat juga Pak Taswin disergap," terang Endang.
 
Keduanya lalu bertemu di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menyebut saat itu bosnya, Andra, sudah berada di Lembaga Antirasuah.
 
Sementara itu, dalam menjalankan tugasnya, Endang mengaku hanya dibayar Rp100 ribu per hari oleh Andra sebagai uang makan. Tak ada uang khusus untuk menjemput fulus dari Taswin.
 
Dalam kasus ini, Taswin bersama Darman didakwa menyuap Andra sejumlah USD71 ribu dan SGD96.700. Uang pelicin dialirkan agar PT Inti menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan semi baggage handling system (BHS) di kantor cabang PT AP II. Proyek itu diproyeksikan digarap PT Angkasa Pura Propertindo (APP) atau PT Inti.
 
Uang suap diserahkan Taswin atas perintah Darman. Uang suap yang diberikan kepada Andra secara bertahap. Uang senilai USD53 ribu (Rp745 juta) diserahkan di Plaza Senayan, Jakarta, 26 Juli 2019. Taswin kembali memberikan fulus kepada Andra USD18 ribu (Rp253 juta) pada, 27 Juli 2019, di lobi Lotte Avenue Kuningan.
 
"Uang USD18 ribu tersebut sebelumnya ditukarkan oleh terdakwa di tempat penukaran valas di PT Ratumas Valasindo," ujar jaksa KPK Ikhsan.
 
Terakhir, Taswin menyerahkan uang SGD96.700. Fulus diberikan di lobi Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada 31 Juli 2019.
 
Taswin didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif