Kotjo Mengaku Janjikan Duit ke Eni Saragih

Damar Iradat 15 November 2018 14:14 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Kotjo Mengaku Janjikan Duit ke Eni Saragih
Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-I Johannes Budisutrisno Kotjo - Medcom.id/Damar Iradat.
Jakarta: Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-I Johannes Budisutrisno Kotjo mengaku menjanjikan fee kepada eks Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih. Namun, bos Blackgold Natural Resources Limited itu mengaklaim tidak ada perjanjian nominal fee yang akan diberikan. 

"Saya akan kasih (uang) ke Ibu Eni, betul. Cuma, enggak pernah menyebut nominal berapa," kata Kotjo saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 15 November 2018.

Kotjo mengatakan, awalnya, tidak ada yang ditawarkan olehnya kepada Eni. Politikus Golkar itu juga tidak membahas imbalan setelah memfasilitasinya bertemu dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.


Ia mengaku Eni berperan besar memfasilitasi pertemuannya dengan Sofyan Basir. Sebab, Eni bisa melobi Sofyan. 

"Kalau saya yang minta ketemu dengan Pak Sofyan lama, bisa dua minggu, bisa mundur lagi. Kalau Bu Eni bisa cepat. Sehari dua hari langsung ketemu. Otomatis negosiasi lebih cepat. Jadi, bisa dibilang dia memfasilitasi saya dengan direksi PLN," tutur dia.  

(Baca juga: Idrus Mengakui Bahas Proyek PLTU Riau dengan Kotjo dan Eni)

Jaksa kemudian mengonfirmasi soal fee 2,5 persen. Namun, menurut Kotjo, fee 2,5 persen bukan sesuatu yang ia janjikan kepada Eni, melainkan pendapatan pribadinya apabila Blackgold berhasil menggarap proyek PLTU Riau-I.

"Waktu saya setelah yakin Bu Eni bisa mempertemukan dengan Sofyan, saya kasih tahu beliau, saya ini kan agennya dari investor China itu, (Huadian Engineering) itu. Jadi, saya dapat agen fee 2,5 persen dari jumlah berapa puluh juta nilai proyek," kata dia.

Saat itu, kata Kotjo, belum ada nilai proyek PLTU Riau-I. Jadi, ia tidak menjanjikan nominal uang kepada Eni.

Sebelumnya, Johannes Kotjo didakwa menyuap Eni dan eks Menteri Sosial Idrus Marham sebesar Rp4,750 miliar. Suap kepada dua elite Partai Golkar itu dilakukan secara bertahap dari akhir 2017 hingga Juli 2018.

Suap diberikan pada 18 Desember 2017, 14 Maret 2018, 8 Juni 2018, dan 13 Juli 2018. Fulus itu diberikan agar Eni dan Idrus mengegolkan BlackGold Natural Recourses Limited sebagai pemenang lelang pembangunan PLTU Riau-1.

(Baca juga: Sofyan Bantah Bicarakan Fee Proyek PLTU Riau-I)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id