DPRD Jambi 'Ngamuk' tak Disiapkan Uang Ketok
Ilustrasi suasana sidang Zumi Zula - Medcom.id/Damar Iradat.
Jakarta: Mantan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jambi Arfan mengaku sempat dicecar oleh anggota DPRD Jambi perihal uang ketok palu. Dinas PU sempat dituding penipu karena tak mau menyediakan uang.  

Arfan yang dihadirkan sebagai saksi dalam perkara suap dan gratifikasi dengan terdakwa Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola mengungkapkan, awalnya setelah ia menjabat sebagai Plt Kadis PU, ia dipanggil oleh Komisi III DPRD Jambi. Pemanggilan buat membahas anggaran Pemprov Jambi. 

Dalam kesempatan itu, anggota dewan juga menanyakan uang ketok palu kepada Arfan. "Saya dipanggil Komisi III, beliau ada dalam rangka meminta uang. Saya bilang, 'mohon maaf, saya tidak ada uang," kata Arfan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 24 September 2018. 


Setelah mengaku tidak memiliki uang, rapat pembahasan anggaran itu menurutnya jadi ajang 'pembantaian' anggota dewan kepadanya. Ia juga mendengar umpatan yang menyebut Dinas PU sebagai penipu. 

(Baca juga: DPRD Jambi Ancam WO bila tak Disiapkan Uang)

"Waktu pembahasan Banggar, saya dibantai, saat itu banyak yang dengar bahwa PU penipu, pembohong, segala macam. Mereka juga tidak mau mengesahkan anggaran," lanjut dia. 

Jaksa kemudian mengonfirmasi simpulan rapat saat itu. Menurut Arfan, saat itu dirinya bersikeras tidak akan memberikan uang kepada anggota DPRD.

"Ya, saya nantang, saya tidak mau," tegas Arfan.

Dalam perkara ini, Zumi Zola didakwa menyuap Rp16,490 miliar ke DPRD Jambi. Uang itu diduga untuk memuluskan pembahasan Rancangan Perda APBD Jambi tahun 2017-2018.

Tidak hanya itu, Zumi juga didakwa menerima sejumlah gratifikasi dengan nilai total Rp44 miliar dan mobil Toyota Alphard. Gratifikasi itu juga diduga mengalir ke keluarga Zumi.

(Baca juga: Kesaksian Ketua DPRD Jambi Dinilai Janggal)





(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id