Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Aset Tersangka Investasi Bodong Fahrenheit Dilacak Lewat Pihak Bank

Siti Yona Hukmana • 31 Mei 2022 17:49
Jakarta: Penyidik Bareskrim Polri terus melacak aset tersangka kasus investasi bodong robot trading Fahrenheit. Pelacakan aset dilakukan lewat pemeriksaan saksi dari pihak bank.
 
"Penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap pihak bank untuk menjelaskan rekening terkait, dan akan mengajukan penyitaan atas dana yang diduga hasil kejahatan," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko saat dikonfirmasi, Selasa, 31 Mei 2022.
 
Gatot belum dapat menyebut nilai uang yang berada dalam rekening tersebut. Begitu juga identitas pegawai dan nama bank yang diperiksa. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri tengah fokus mendalami aset tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di samping itu, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri tengah menunggu hasil penelitian berkas oleh Jaksa penuntut umum (JPU). Berkas perkara tahap I lima tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu, 18 Mei 2022.
 
"Penyidik akan melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk JPU (apabila belum lengkap)," ungkap Gatot.
 
Baca: Alasan Polisi Bongkar Deposit Box Indra Kenz
 
Polri telah menetapkan lima tersangka yang menjadi otak investasi bodong Fahrenheit, Pertama, Hendry Susanto yang ditangkap pada Senin, 21 Maret 2022.
 
Bos Fahrenheit itu dipersangkakan Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 105 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara
 
Kemudian, David, David Berlin Johanes, Inton Luando Johanes, dan Maria Fransiska. Keempat anak buah Hendry ini ditangkap jajaran Polda Metro Jaya.
 
Keempat tersangka dijerat Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45A ayat (1) dan atau Pasal 27 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dan atau Pasal 105 dan atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP.
 
 
Halaman Selanjutnya
Masih ada lima tersangka lain…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif