Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris. Medcom.id/Ilham Pratama.
Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris. Medcom.id/Ilham Pratama.

Capim dari Polri Dikhawatirkan Melemahkan KPK

Nasional pansel kpk
Ilham Pratama Putra • 05 Juli 2019 17:05
Jakarta: Sejumlah perwira tinggi Polri mendaftarkan diri dalam seleksi calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai anggota Polri akan melemahkan kinerja KPK.
 
"Apabila pimpinan KPK dikuasai polisi aktif, yang kita khawatirkan dikendalikan. Kalau dikendalikan, skenario menjinakkan KPK itu bisa berhasil," Syamsuddin di Kantor Indonesian Corruption Watch (ICW), Jakarta Selatan, Jum'at, 5 Juli 2019.
 
Baca: Lima Capim KPK dari Kejaksaan Telah Lapor LHKPN

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Syamsuddin menilai hal itu merupakan langkah awal lumpuhnya KPK. Peneliti senior LIPI ini menolak segala bentuk penjinakan Lembaga Antirasuah ini.
 
"KPK itu jabatan publik. Pejabat atau kepolisian aktif baiknya mengundurkan diri. Sebab bagaimanapun, kuncinya pada independensi," ujarnya.
 
Syamsuddin tak ingin terdapat konflik kepentingan jika kursi pimpinan KPK diisi polisi dan jaksa. Konflik kepentingan itu bakal membuat KPK kehilangan taji.
 
"Sekarang saja sudah terlihat aneh institusi kepolisian disibukkan menyiapkan anggotanya masuk seleksi pimpinan KPK. Bisa ada konflik kepentingan yang tinggi sekali nantinya," pungkasnya.
 
Pendaftaran capim KPK untuk masa bakti 2019-2023 resmi ditutup Kamis, 4 Juli 2019 tengah malam. Panitia seleski capim KPK terima ratusan pendaftar.
 
Baca: 384 Orang Daftar Capim KPK
 
"Sampai jam 23.59 tadi malam, batas akhir pendaftatan via email jumlah pendaftar mencapai 384 orang," kata anggota Pansel KPK Hendardi saat dihubungi Medcom.id.
 
Unsur pendaftar beragam, mulai dari aparatur sipil negara, Kepolisian, hingga Kejaksaan. Pansel capim KPK sedang menyeleksi kelengkapan data administrasi para pendaftar.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif