Sidang Terdakwa kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), M Romahurmuziy (Romi). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang Terdakwa kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), M Romahurmuziy (Romi). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Romahurmuziy Klaim Dakwaan Jaksa Gugur

Nasional OTT Romahurmuziy
Fachri Audhia Hafiez • 23 September 2019 16:06
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), M Romahurmuziy (Romi), menyebut uang Rp250 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin, telah dikembalikan. Dia menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gugur.
 
"Hal ini secara tidak langsung telah diakui penyidik dengan adanya penyitaan uang Rp250 juta dari Norman Zein (Sekretaris DPW PPP Jawa Timur) bukan dari saya," ujar Romi saat membacakan nota keberatan atau eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 23 September 2019.
 
Romi mengakui menerima Rp250 juta dari Haris pada 6 Februari 2019. Pemberian dilakukan di kediaman Romi, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Romi menyebut pengembalian uang dilakukan 22 hari setelah pemberian. Pasal 12B dan 12C Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi penyelenggara negara dianggap menerima suap bila tidak melapor ke KPK selama 30 hari.
 
"Kalau hari ini KPK mendakwa saya, itu artinya tidak ada penghargaan atas niat baik saya mengakui uang yang sudah saya kembalikan tersebut," kata Romi.
 
Romy didakwa menerima suap Rp325 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi, Rp91,4 juta. Perbuatan itu bertentangan dengan posisinya sebagai anggota DPR periode 2014-2019 atau selaku penyelenggara negara.
 
Suap diterima Romy secara bertahap dari Januari-Maret 2019. Perbuatan rasuah ini diduga dilakukan bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.
 
Romy didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif