Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto

Romahurmuziy Menjalani Pemeriksaan Perdana sebagai Tersangka

Nasional OTT Romahurmuziy
Juven Martua Sitompul • 22 Maret 2019 11:07
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) memanggil ulang Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi). Dia akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap juali beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).
 
"Jadwal pemeriksaan Romahurmuziy pada hari ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019.
 
Baca: Romahurmuziy Ditangkap Bersama Pejabat Kemenag

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik bakal menjelaskan hak-hak Romi sebagai tersangka. Salah satunya, kesempatan Romi menjadi justice collaborator (JC). Syaratnya, Romi harus mengakui perbuatannya dan membongkar pihak lain yang perannya lebih signifikan dalam kasus tersebut.
 
"Dan juga secara konsisten memberikan keterangan sepenuhnya, jadi tidak setengah-setengah seperti yang kami tolak sebelumnya permohonan JC-nya," ucap Febri.
 
Romi sedianya menjalani pemeriksaan Kamis, 21 Maret 2019. Romi tak datang lantaran mengeluh sakit. KPK mengirim dokter dan Romi dinyatakan dalam kondisi sehat dan wajar.
 
KPK telah mengantongi nama pejabat Kemenag yang terlibat dalam kasus ini. Petinggi Kemenag itu diduga membantu Romi memengaruhi hasil seleksi jabatan‎ Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur.
 
Baca: KPK Periksa Panitia Seleksi Jabatan Kemenag
 
Penyidik juga telah menggeledah ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim dan Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan. Sejumlah dokumen penting terkait seleksi jabatan di Kemenag disita.
 
Penyidik juga menyita uang ratusan juta dalam bentuk rupiah dan dolar Amerika dari ruang kerja Lukman Hakim. Uang itu disita untuk dijadikan bukti adanya praktik suap jual beli jabatan.
 
Romi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi; dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan di Kemenag untuk kedua penyuap tersebut.
 
Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muafaq juga dikenakan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif