Juru bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Susanto)
Juru bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Susanto)

KPK Periksa Panitia Seleksi Jabatan Kemenag

Nasional OTT KPK OTT Romahurmuziy
Juven Martua Sitompul • 21 Maret 2019 14:34
Jakarta: Sebanyak 12 orang dari unsur panitia seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan berlangsung di Mapolda Jawa Timur.
 
"Penyidik KPK mulai melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi di Surabaya dari unsur panitia seleksi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.
 
Dari ke-12 saksi itu, kata Febri, penyidik mengorek informasi ihwal proses seleksi hingga terjadinya suap dalam menentukan jabatan sentral di Kementerian yang dipimpin Lukman Hakim Saefuddin tersebut. Disinyalir, ada pejabat internal Kemenag yang ikut memuluskan jabatan pesanan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tim mendalami proses seleksi yang dilakukan untuk mengisi jabatan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur yang akhirnya diisi oleh tersangka HRS (Haris Hasanuddin)," ujarnya.
 
Baca juga:Romahurmuziy Perdana Diperiksa sebagai Tersangka
 
Di lokasi terpisah, Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi), Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ); dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS) juga digarap penyidik. Ketiganya menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka.
 
"Sedangkan di Kantor KPK di Jakarta, secara paralel juga diagendakan pemanggilan terhadap tiga orang tersangka dalam kasus ini," pungkasnya.
 
KPK mengendus adanya pejabat Kemenag yang terlibat dalam suap tersebut. Petinggi Kemenag Pusat itu diduga ikut membantu Romi memengaruhi hasil seleksi jabatan‎ Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur.
 
Untuk membuktikan dugaan itu, ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim dan Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan digeledah. Bahkan, penyidik menyita sejumlah dokumen penting dan uang ratusan juta dalam bentuk rupiah dan dolar Amerika dari ruang kerja Lukman Hakim.
 
Baca juga:Menag Bungkam Soal Uang Sitaan KPK
 
Romi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan di Kemenag untuk kedua penyuap tersebut.
 
Atas perbuatannya, Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku pemberi suap dijerat dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terhadap Muafaq, KPK mengenakan Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif