Eddy Rumpoko Segera Diadili
Mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko - ANT/Reno Esnir.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (ERP). Tersangka suap pengadaan meubelair di Pemkot Batu itu segera diadili.

Selain Eddy, penyidik juga sudah merampungkan berkas penyidikan Kepala Bagian ‎Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Batu Edi Setyawan. Berkas keduanya dilimpahkan ke tahap penuntutan hari ini.

"Hari ini dilakukan penyerahan barang bukti dan dua tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu ke penuntutan (tahap 2)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 12 Januari 2017.


Dengan dilimpahkannya berkas penyidikan kedua tersangka itu, tim jaksa penuntut KPK, memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan. Sidang rencananya akan digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jawa Timur.

Febri mengungkapkan terhitung hari ini kedua tersangka sudah dititipkan ke dua Lapas di daerah Jawa Timur. Eddy dipindahkan ke Lapas‎ Klas IIA, Sidoarjo, sedangkan Edi Setiawan dipindahkan ke Lapas Klas I Surabaya.

"Keduanya mulai hari ini dipindahkan penahanannya sehubungan dengan persidangan yang akan dilakukan di PN Tipikor Surabaya," ujar dia.

(Baca juga: Kabag ULP Terima Uang Suap atas Perintah Eddy Rumpoko)

Febri menambahkan sejauh ini sudah 47 saksi yang dimintai keterangan dalam proses penyidikan kedua tersangka tersebut. Saksi yang diperiksa terdiri dari sejumlah unsur di antaranya Komisaris Utama PT Agit Perkasa, Kadis Pekerjaan Umum Binamarga, Staf BRI Malang, Kabag Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Batu, Kepala Badan Keuangan Aset Daerah, serta Direktur Utama PT Dailbana Prima Indonesia.

‎"Kemudian, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Batu, PPK Badan Keuangan Daerah. Pemerintah Kota Batu, Direktur PT Dinamika Oceanic Consula, serta beberapa pihak swasta," pungkas Febri.

KPK sebelumnya menetapkan Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan, dan Filipus sebagai tersangka. Ketiganya diduga telah melakukan praktik suap terkait pengadaan meubelair di Pemkot Batu. 

Atas perbuatannya, Eddy Rumpoko dan Eddi Setiawan sebagai penerima dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan, Filipus sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(Baca juga: Wali Kota Batu Gunakan Kode 'Undangan')
 



(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360