Kabag ULP Terima Uang Suap atas Perintah Eddy Rumpoko

Juven Martua Sitompul 24 Oktober 2017 18:58 WIB
ott kpk
Kabag ULP Terima Uang Suap atas Perintah Eddy Rumpoko
Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Edi Setiawan dengan menggunakan rompi tahanan KPK duduk di dalam mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (17/9) - ANT/Reno Esnir
medcom.id, Jakarta: Kepala Bagian Unit Layanan dan Pengadaan (Kabag ULP) Pemerintah Kota Batu Eddi Setiawan membeberkan ihwal keterlibatannya dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kota Batu tahun 2017. Dia terlibat pusaran rasuah lantaran tunduk kepada perintah Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko. 

"Ya kan saya melakukan ini kan sebagai bentuk kesetiaan saya kepada pimpinan," kata Eddi usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa 24 Oktober 2017.

Tak sampai di situ, Eddi juga mengungkap peran Eddy Rumpoko. Dia dengan tegas menyebut bosnya menerima uang suap proyek pengadaan barang dan jasa di Pemkot Batu tersebut.


"Loh kalau pimpinan kan emang terima," tegas dia.

Eddi mengaku khawatir, bila tak melakukan yang diperintahkan, ia akan dicap tak loyal. Dia berharap, ke depan ada batasan jelas soal loyalitas. 

"Mungkin perlu ada definisi atau redefinisi atau mungkin pemberian batasan batasan yang jelas tentang makna kesetiaan atau loyalitas yang jadi salah satu indikator bagi pegawai untuk dinilai tentang kesetiaan dan loyalitasnya itu," kilah Eddi. 
 
Hari ini penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap Eddi dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kota Batutahun 2017. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Walikota Batu nonaktif Eddy Rumpoko.

(Baca juga: Wali Kota Batu Dijanjikan Fee Rp500 Juta)

KPK sebelumnya menangkap tangan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan, dan Filipus di Batu, Malang, Jawa Timur, Sabtu 16 September. Dari operasi senyap itu, KPK menyita uang Rp200 juta yang diduga akan diberikan Filipus kepada Eddy Rumpoko dan Rp100 juta dari tangan Eddi Setiawan.

Uang itu diduga berkaitan dengan fee proyek pengadaan meubelair di Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tahun anggaran 2017. Total fee yang diterima Eddy Rumpoko dari proyek tersebut diduga Rp500 juta. Sebanyak Rp200 juta dalam bentuk tunai dan Rp300 juta untuk pelunasan mobil Toyota Alphard.

Proyek itu bernilai Rp5,26 miliar dengan pemenang pengadaan PT Dailbana Prima, milik Filipus. Dalam memuluskan suap, Eddy Rumpoko diduga menggunakan kata sandi untuk menutupi transaksi suap pengurusan proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017.

Atas perbuatannya, Eddy Rumpoko dan Eddi Setiawan sebagai penerima diduga dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan, Filipus sebagai pemberi diduga disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(Baca juga: Wali Kota Batu Gunakan Kode 'Undangan')
 



(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360