Kanan- kiri: Host Crosschek Medcom.id, Indra Maulana; Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang; Anggota DPR dari Gerindra, Habiburokhman, Anggota DPR dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf
Kanan- kiri: Host Crosschek Medcom.id, Indra Maulana; Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang; Anggota DPR dari Gerindra, Habiburokhman, Anggota DPR dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf

Empat Ribu Manula di Lapas Butuh Grasi Jokowi

Nasional Diskon Hukuman Koruptor
Kautsar Widya Prabowo • 08 Desember 2019 11:18
Jakarta: Anggota DPR Fraksi PKS, Bukhori Yusuf, melihat grasi Presiden Joko Widodo, untuk koruptor Annas Maamun, kurang adil. Sebab jika alasan kemanusiaan yang digunakan, banyak narapidana lain yang butuh uluran tangan.
 
"Kalau logikanya kasihan, banyak tahanan di lapas empat ribuan manula (manusia usia lanjut), pertanyaan sudahkah Presiden melakukan traking, pemilihan, mana (narapidana) yang kasihan," ujar Bukhori dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 8 Desember 2019.
 
Bukhori memaklumi jika banyak pihak menilai grasi Jokowi tebang pilih. Sebab tak ada pemetaan narapidana yang didasari rasa kemanusiaan, seperti alasan atas grasi Annas Maamun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seharusnya, pemetaan dilakukan supaya grasi Annas tak memancing pertanyaan masyarakat. Terutama atas komitmen antikorupsi Jokowi.
 
"Bukan saya menolak grasi, tapi cara membangun hukum yang benar, tidak kemudian sepotong-sepotong satu sisi jagoan, lembek, membuat masyarakat mudah membaca sikap," tuturnya.
 
Mantan Gubernur Riau Annas Mamun mendapatkan grasi atau pengurangan hukuman dari Presiden Joko Widodo. Annas akan dibebaskan dari penjara pada Oktober 2020.
 
Kepala Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat, Abdul Karim, mengatakan, pengabulan grasi dilatarbelakangi alasan kemanusiaan. Annas diketahui menderita sejumlah penyakit di usia lanjut.
 
"Alasan permohonan (di antaranya) karena usia 78 tahun, sudah mulai renta, kesehatan sudah mulai menurun dan mengidap berbagai penyakit sesuai keterangan dokter," kata Karim, Rabu, 27 November 2019.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif