Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti. Foto: Adi maulana Ibrahim/MI
Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti. Foto: Adi maulana Ibrahim/MI

Grasi Annas Maamun Coreng Wajah Pemberantasan Korupsi

Nasional suap gubernur riau Diskon Hukuman Koruptor
Medcom • 02 Desember 2019 19:04
Jakarta: Pemberian grasi kepada eks Gubernur Riau Annas Maamun dinilai menimbulkan efek buruk dalam upaya pemberantasan korupsi. Para koruptor menjadi tak takut lagi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
“Pesan yang akan sampai adalah pada para koruptor untuk tidak takut lagi. Setelah KPK dimatikan sisi penindakannya, yang sudah kepalang dibui pun bisa keluar,” ujar pakar hukum tata negara Bivitri Susanti kepada Medcom.id, Senin, 2 Desember 2019.
 
Menurut dia, pemberian grasi justru menjadi bukti pemerintah tak mendukung upaya pemberantasan korupsi. Dia menilai pemerintah tak bisa menjadikan faktor kemanusiaan sebagai alasan untuk mengeluarkan Annas dari bui.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau bicara kemanusiaan, hukuman Annas tinggal setahun lagi dan perkaranya tidak cuma satu, rekam jejaknya juga sangat buruk,” tegas Bivitri.
 
Annas merupakan narapidana kasus alih fungsi lahan kebun kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Ia diganjar hukuman tujuh tahun penjara pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA). Hukuman ini lebih lama satu tahun dari vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 24 Juni 2015.
 
Dalam perjalanan masa hukuman, Annas memperoleh grasi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 23/G Tahun 2019 tentang Pemberian Grasi, Jumat, 25 Oktober 2019. Annas dapat bebas pada Sabtu, 3 Oktober 2020, dari semula Senin, 3 Oktober 2021.
 
Namun, saat kasus korupsi alih fungsi lahan kebun kelapa sawit bergulir, Annas ditetapkan sebagai tersangka kasus RAPBD. Dia diduga menerima Rp1 miliar dari eks anggota DPRD Riau Ahmad Kirjauhari terkait pembahasan RAPBD.
 
Ahmad sudah telah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan (Tipikor) Pekanbaru, Riau, pada Desember 2015. Ia divonis empat tahun bui. (Flory Ambarita)
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif